Menurut Sunyoto (2015:7), “pengukuran motivasi kerja adalah sebagai
berikut”:
- Kebutuhan akan prestasi (need for achievement)
Menurut Sunyoto (2015:7), “Berhubungan dengan kesulitan orang untuk
memilih tugas yang dijalankan. Mereka yang memiliki need for achievement
rendah mungkin akan memilih tugas yang mudah, untuk meminimalisasi risiko
kegagalan, atau tugas dengan kesulitan tinggi, sehingga bila gagal tidak akan
memalukan. Mereka yang memiliki need for achievement tinggi cenderung
memilih tugas dengan tingkat kesulitan moderat, mereka akan merasa tertantang
tetapi masih dapat dicapai. Mereka yang memiliki need for achievement tinggi
memiliki karakteristik dengan kecenderungan untuk mencari tantangan dan tingkat
kemandirian tinggi”. - Kebutuhan akan afiliasi (need for affiliation)
Menurut Sunyoto (2015:7), “Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk
berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan
keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap
persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang
tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang
tinggi”. - Kebutuhan akan kekuasaan (need for power).
Menurut Sunyoto (2015:8), “Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan
untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu
tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari
individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain”
