Hubungan Ukuran Perusahaan Dengan Nilai Perusahaan


Nilai perusahaandapat dipengaruhi oleh ukuran perusahaan.
Ukuran perusahaan mencakup besar kecilnya sebuah perusahaan yang
diperlihatkan oleh aset, jumlah penjualan, rata-rata total penjualan dan
total aset rata-rata (Dewi dan Badjra, 2017 dalam Ni putu dan Nyoman,
2019). Berdasarkan teori agensi, perusahaan besar yang memiliki biaya
keagenan yang lebih besar akan mengungkapkan informasi yang lebih luas
hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya keagenan yang dikeluarkan. Di
samping itu, perusahaan yang berukuran lebih besar cenderung memiliki
public demand akan informasi yang lebih tinggi dibanding perusahaan
yang berukuran lebih kecil (Putri et al, 2016). Ukuran perusahaan
merupakan besar atau kecilnya perusahaan dilihat dari total aktiva
perusahaan pada neraca akhir tahun. Dalam hal ukuran perusahaan dilihat
dari total assets yang dimiliki oleh perusahaan, yang dapat dipergunakan
untuk kegiatan operasi perusahaan. Jika perusahaan memiliki total asset
yang besar, pihak manajemen lebih leluasa dalam mempergunakan aset
yang ada diperusahaan tersebut. Kebebasan yang dimiliki manajemen ini
sebanding dengan kekhawatiran yang dilakukan oleh pemilik aset-asetnya.
Jumlah aset yang besar akan menurunkan nilai perusahaan jika dinilai dari
sisi pemilik perusahaan. Jika dilihat dari sisi manajemen, kemudahan yang
dimilikinya dalam mengendalikan perusahaan akan meningkatkan nilai
perusahaan. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan ukuran perusahaan
memiliki hasil yang tidak konsisten terhadap Sofia dan Akhmadi , 2018
dalam penelitian Dedi dan Nur, 2019 membuktikan ukuran perusahaan
berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan
Nurminda, 2017dalam dalam penelitian Dedi dan Nur, 2019 penelitian
membuktikan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan
terhadap nilai perusahaan