Rasio ini digunakan sebagai indikator penilaian dari
nilai perusahaan. Rasio ini dikembangkan oleh Profesor James
Tobin (1967). Tobin’s Q dihitung dengan membandingkan
rasio nilai pasar saham perusahaan dengan nilai buku ekuitas
perusahaan.
Penelitian ini menggunakan rasio Tobin’s Q dalam
mengukur nilai perusahaan. Pemilihan Tobin’s Q dalam
menilai perusahaan karena nilai Tobin’s Q mencerminkan
kekayaan perusahaan secara menyeluruh baik dari sisi aset
maupun liabilitas dan ekuitas. Hal ini sesuai dengan
penyampaian dari Edusaham (2020) yang menyatakan bahwa
pengukuran kinerja dengan memakai Tobin’s Q setidaknya
mampu memberi gambaran mengenai aspek fundamental
perusahaan dan pandangan pasar terhadap perusahaan (sejauh
mana pihak luar termasuk investor memberi penilaian terhadap
perusahaan)
