Struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara
modal asing dengan modal sendiri. Modal Asing dalam hal ini adalah
hutang jangka panjang maupun jangka pendek. Sedangkan modal sendiri
terbagi atas laba ditahan dan penyertaan kepemilikan perusahaan.
Pengertian struktur modal menurut Irham Fahmi (2015:184) adalah
struktur modal merupakan gambaran dari bentuk proporsi financial
perusahaan yaitu antara modal yang dimiliki yang bersumber dari utang
jangka panjang (long-term liabilities) dan modal sendiri (shareholder’s
equity) yang menjadi sumber pembiayaan suatu perusahaan.
Brigham dan Ehrhardt (2005:547) dalam Aulia dan Moeljadi
(2016) berpendapat bahwa :
“The firm’s mixture of debt and equity is called its capital
structure.The capital structure decisions include a firm’s choice
of a target capital structure, the average maturity of its debt and
the specific sources of financing it choose at any particular time.
As with operating decisions, managers should make capital
structure decisions designed to maximize the firm value.”
Dapat diartikan bahwa gabungan antara hutang dan ekuitas
perusahaan disebut struktur modal. Keputusan struktur modal mencakup
pilihan perusahaan atas struktur modal target, rata-rata jatuh tempo hutang
dan pemilihan sumber pembiayaan pada waktu tertentu. Seperti halnya
keputusan operasi, manajer harus membuat keputusan struktur modal yang
dirancang untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
Pengertian lain menurut Abdul Halim (2015:81) adalah struktur
modal merupakan perbandingan antara total hutang (modal asing) dengan
total modal sendiri/ekuitas. Berdasarkan pengertian tersebut dapat
disimpulkan bahwa struktur modal adalah gambaran proporsi financial
perusahaan dengan membandingkan modal asing dengan modal sendiri
dan manajer perusahaan dan dapat memaksimalkan nilai perusahaan
