Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal


Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal menurut
Sartono (2010:248) dalam Manda Sari (2016), yaitu :
a. Tingkat Penjualan
Perusahaan dengan penjualan yang relatif stabil berarti memiliki
aliran kas yang relatif atabil pula, maka dapat menggunakan hutang
lebih besar daripada perusahaan dengan penjualan yang tidak
stabil.
b. Struktur Aset
Perusahaan yang memiliki asset tetap dalam jumlah besar dapat
menggunakan hutang dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan
karena dari skalanya perusahaan besar akan lebih mudah
mendapatkan akses ke sumber dana dibandingkan dengan
perusahaan kecil. Kemudian, besarnya asset tetap dapat dijadikan
sebagai jaminan atau kolateral utang perusahaan.
c. Tingkat Pertumbuhan Perusahaan
Semakin cepat pertumbuhan perusahaan, maka semakin besar
kebutuhan dana untuk pembiayaan ekspansi. Semakin besar
kebutuhan untuk pembiayaan masa mendatang maka semakin besar
keinginan perusahaan untuk menahan laba.
d. Profitabilitas
Dengan laba ditahan yang besar, perusahaan akan lebih senang
menggunakan laba ditahan sebelum menggunakan hutang.
e. Variabel Laba dan Perlindungan Pajak
Variabel ini sangat erat kaitannya dengan stabilitas penjualan. Jika
variabilitas atau volatibilitas laba perusahaan kecil, maka
perusahaan mempunyai kemampuan yang lebih besar untuk
menanggung beban tetap dari utang.
f. Skala Perusahaan
Perusahaan besar yang sudah well-established akan lebih mudah
memperoleh modal di pasar modal dibanding dengan perusahaan
kecil. Karena kemudahan akses tersebut berarti perusahaan besar
memiliki fleksibilitas yang lebih besar pula.
g. Kondisi Intern Perusahaan dan Ekonomi Makro
Sebagai contoh, perusahaan membayar deviden sebagai upaya
untuk meyakinkan pasar tentang prospek perusahaan dan kemudian
menjual obligasi. Strategi itu diharapkan dapat meyakinkan
investor bahwa prospek perusahaan baik. Dengan kata lain, agar
menarik minat investor dalam hal pendanaan