Model Evalausi CIPP


Model evaluasi CIPP diperkenalkan pertama kali oleh Stufflebeam
pada tahun 1965. Ia menerapkan model evaluasi ini dalam program di
bawah ESEA (Elementary and Secondary Education Act). Menurut
Stufflebeam, tujuan dari evaluasi bukan hanya untuk membuktikan
keberhasilan, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kualitas program
Model evaluasi CIPP merupakan susunan kata dari (Context, Input,
Process, dan Product). Model evaluasi ini merupakan model evaluasi yang
paling komprehensif, lengkap, dan terstruktur dalam mengevaluasi sebuah
program
Penentuan komponen dalam melakukan evaluasi merupakan elemen
yang sangat krusial dalam setiap proses evaluasi, karena komponen –
komponen tersebut menjadi dasar yang kuat bagi evaluasi yang sistematis
dan terarah serta dengan adanya komponen yang jelas, evaluator dapat lebih
mudah merancang, melaksanakan, dan menganalisis evaluasi dengan fokus
yang lebih tepat Model evaluasi CIPP terdiri dari empat aspek utama yang dirancang
untuk mengevaluasi program. Tujuan utama model ini bukan hanya untuk
membuktikan keberhasilan, melainkan untuk meningkatkan kualitas
program itu sendiri. Model evaluasi CIPP dapat diterapkan pada program
pendidikan atau pelatihan untuk menilai manfaat dan kelayakan program
tersebut, sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk
perbaikan lebih lanjut. Empat aspek dari model ini terdiri dari (17) :
a. Context Evaluation
Evaluasi Model CIPP diawali dengan konteks evaluasi, yang bertujuan
untuk menetapkan arah dan tujuan dari sebuah program. Pada tahap ini,
latar belakang program akan dianalisis, termasuk faktor sosial,
ekonomi, politik, dan geografis budaya disekitarnya. Selain itu, evaluasi
konteks juga mencakup penilaian terhadap perencanaan dan kebutuhan
program guna memastikan kesesuaiannya dengan kondisi dan tujuan
yang telah ditetapkan.
b. Input Evaluation
Evaluasi masukan ialah salah satu rangkaian yang masuk dalam model
evaluasi CIPP serta merupakan tahapan yang kedua. Pada tahapan
evaluasi masukan ini memberikan pandangan mengenai penggunaan
sumber daya dengan tujuan menunjang keberlangsungan program agar
dapat sesuai dengan tujuannya. Sumber daya tersebut meliputi, strategi,
dan rencana yang digunakan untuk mencapai tujuan program, termasuk
anggaran, tenaga kerja, dan materi
c. Process Evaluation
Tahapan evaluasi proses pada model evaluasi CIPP ditandai dengan
pandangan secara luas mengenai seperti apa cara program tersebut
dapat tetap berjalan. Evaluasi proses menyajikan sebuah pandangan
apakah suatu program telah berjalan sesuai dengan rencana awal. Dari
evaluasi proses ini dapat disimpulkan apakah sebuah program telah
berjalan sesuai perencanaan atau belum. Mengidentifikasi permasalahan
dalam prosedur, baik yang berkaitan dengan aktivitas maupun kejadian
bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana rencana telah dilaksanakan
serta mengidentifikasi komponen yang memerlukan perbaikan.
d. Product Evaluation
Evaluasi produk merupakan tahapan paling akhir dalam model
evaluasi CIPP. Pada tahapan ini menyajikan pandangan terkait
penilaian mengenai seberapa jauh tujuan atau tingkat keberhasilan dari
program ini dicapai. Mengenai komponen evaluasi pada tahapan ini
ialah sebuah perbandingan antara tujuan awal saat program dirancang
dengan tingkat capaian saat ini. Selain itu, keberlanjutan juga menjadi
perhatian utama, dengan menilai sejauh mana manfaat program dapat
bertahan dalam jangka panjang. Penyesuaian terhadap suatu rogram
juga perlu dilakukan pada tahap ini untuk meningkatkan hasilnya.
Keunggulan Model CIPP terletak pada pendekatannya yang holistik
dalam evaluasi. Selain itu, model ini memiliki fleksibilitas untuk digunakan dalam
evaluasi formatif maupun sumatif, sehingga sama-sama efektif dalam mendukung
perbaikan selama program berlangsung maupun dalam menyediakan informasi
akhir .
Model evaluasi CIPP menawarkan pendekatan yang tidak hanya
berfokus pada hasil akhir, namun juga mencakup analisis terhadap konteks,
masukan, proses, dan hasil program yang menjadikan model CIPP dianggap lebih
menyeluruh dan komprehensif apabila dibandingkan dengan model evaluasi
lainnya (19). Keempat komponen model CIPP ini saling melengkapi untuk
memberikan gambaran yang komprehensif tentang efektivitas program. Dengan
menggunakan model evaluasi CIPP, penelitian ini diharapkan dapat memberikan
penilaian yang mendalam dan menyeluruh terhadap program yang dievaluasi