Profitabilitas
Profitabilitas adalah faktor yang memberikan kebebasan dan fleksibelitas
kepada manajemen untuk melakukan dan mengungkapkan kepada pemegang
saham program tanggung jawab sosial secara lebih luas (Devina et al.,
2010:58). Profitabilitas juga merupakan faktor yang mendapat perhatian
penting karena untuk dapat melangsungkan hidup suatu perusahaan harus
berada dalam kondisi yang menguntungkan agar investor yang sudah
menanamkan modalnya di perusahaan tersebut tidak menarik modalnya
kembali dan investor yang belum menanamkan modal pada perusahaan akan
tertarik untuk menanamkan modal pada perusahaan yang bersangkutan.
Dalam Wild J. John, K.R. Subramanyam dan Halsey F. Robert (2005:109),
analisis profitabilitas memungkinkan untuk mengestimasi pengembalian dan
karakteristik risiko perusahaan dengan lebih baik serta membedakan antara
kinerja yang terkait dengan keputusan pendanaan dan investasi. Profitabilitas
dapat diukur menggunakan Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE),
Earning Per Share (EPS) dan Net Profit Margin (NPM).
ROA menggambarkan sejauh mana kemampuan aset-aset yang dimiliki
perusahaan bisa menghasilkan laba (Tendelilin, 2001). ROA ini
menunjukkan seberapa besar efektivitas perusahaandalam menggunakan
asetnya. Semakin tinggi ROA, maka semakin efektif penggunaan aktiva
tersebut. Return on equity (ROE) merupakan perbandingan antara laba bersih
sesudah pajak dengan total ekuitas. Return on equity merupakan suatu
pengukuran dari penghasilan (income) yang tersedia bagi para pemilik
perusahaan (baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham preferen)
atas modal yang mereka investasikan di dalam perusahaan (Syafri, 2008:305).
ROE menunjukkan kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola
modal yang tersedia untuk mendapatkan keuntungan bagi pemegang saham.
Semakin tinggi return maka semakin baik karena berarti dividen yang
dibagikan atau ditanamkan kembali sebagai laba ditahan juga akan makin
besar. EarningPerShare (EPS) adalah rasio yang menunjukkan berapa besar
kemampuan perlembar saham dalam menghasilkan laba (Syafri, 2008:306).
Earning per share merupakan rasio yang menggambarkan jumlah rupiah
yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa (Syamsuddin, 2009:66).
Oleh karena itu pada umumnya manajemen perusahaan, pemegang saham
biasa dan calon pemegang saham sangat tertarik akan EPS. EPS adalah suatu
indikator keberhasilan perusahaan karena semakin tinggi EPS semakin besar
peluang bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan dari setiap lembar
saham. Net Profit Margin (NPM) digunakan untuk mengukur besarnya
persentase dari setiap penjualan yang menghasilkan keuntungan bersih
(Kieso, 2012:143).
Hubungan antara profitabilitas perusahaan dengan pengungkapan
tanggungjawab sosial perusahaan telah menjadi postulat (anggapan dasar)
untuk mencerminkan pandangan bahwa reaksi sosial memerlukan gaya
manajerial. Sehingga semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan maka
semakin besar pengungkapan informasi sosial (Anggraini, 2010:35
