Definisi kinerja oleh Rozalia et al. (2015) diartikan
sebagai hasil dari upaya untuk menyelesaikan tugas pekerjaan
yang dibebankan.
Menurut Alfani & Hamzah (2019) kinerja adalah
parameter utama untuk mengevaluasi kerja karyawan.
- Kuantitas output
Dalam hal mengevaluasi staf di departemen produksi atau
teknis, standar keluaran adalah metode yang paling umum
digunakan. - Kualitas output
Kualitas produksi sebagai tolok ukur prestasi kerja karyawan. - Jadwal produksi
- Kecepatan produk yang dihasilkan sering digunakan untuk
mengukur kualitas pekerjaan seorang pekerja. - Kehadiran
Keterlambatan setengah hari kerja mencerminkan
ketidakoptimalan kinerja dan kontribusi terhadap pimpinan. - Pemenuhan tanggung jawab secara efisien
Produktivitas organisasi seluruhnya ditujukan untuk mencapai
hasil yang diinginkan dengan sedikit usaha namun tetap
memenuhi kriteria yang ditetapkan. - Penyelesaian pekerjaan secara efektif
Apabila proyek selesai tepat waktu dan sesuai dengan rencana
semula, maka proyek tersebut dianggap efektif.
Suryadewi et al. (2014) menyatakan bahwa kinerja adalah
proses yang melibatkan pendekatan strategis dan terintegrasi
untuk menghasilkan kesuksesan jangka panjang di dalam
perusahaan dengan meningkatkan bakat tim dan kontributor
secara individu. Seperti yang dinyatakan Suyuthi (2017), kinerja
adalah aspek yang tidak berwujud. Dalam menilai kinerja
diperlukan parameter normal dengan keberterimaan terhadap
ketentuan hasil pengukuran. Hal ini dimaksudkan untuk melihat
kinerja karyawa yang berbeda sehingga penyusunan parameter
yang terukur harus ditetapkan
