Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja
Kemampuan seseorang untuk mendisiplinkan diri
dipengaruhi oleh beberapa aspek di bawah ini (Illanisa et al.,
2019).
a. Kemampuan dan Tujuan. Tujuan yang perlu dicapai
harus didefinisikan dengan baik dan menantang untuk dicapai
oleh setiap personel.
Kemampuan seorang karyawan harus dipertimbangkan
ketika menetapkan tujuan atau tugas yang dibebankan.
Sebaliknya, kesungguhan dan kedisiplinan karyawan akan buruk
jika pekerjaan yang dilakukan berada di luar kemampuannya atau
jauh di bawah kapasitasnya. Hal ini berkaitan dengan prinsip
penempatan orang-orang pada tempat dan pekerjaan yang tepat.
b. Kepemimpinan, karyawan menjadikan pemimpin untuk
membimbing dan mengarahkannya dengan cara mempertahankan
standar perilaku kerja yang tinggi.
Seorang pemimpin tidak hanya sebagai pemimpin saja
melainkan juga harus bisa menjadi contoh kepada bawahannya.
Hal ini berarti pula denganmenjaga kode etik dan bertindak sesuai
dengan kata-kata dan tindakan Anda. Pemimpin tidak bisa
mengharapkan karyawannya untuk disiplin jika pemimpinnya
sendiri tidak disiplin dan karyawan akan meniru tindakan
atasannya. Oleh karena itu, diperlukan pemimpin yang kuat agar
karyawan tetap disiplin.
c. Faktor pendorong (Tunjangan dan Kesejahteraan)
Tunjangan dan kesejahteraan yang berupa gaji merupakan
bentuk balas jasa perusahaan kepada karyawan atas kinerja dan
loyalitasnya. Balas jasa ini tidak hanya memberikan rasa puas dan
bangga dalam pekerjaan, tetapi lebih sebagai alat untuk
mendisiplinkan karyawan. Perusahaan memiliki tanggung jawab
untuk membayar gaji karyawannya dengan adil. Disiplin dapat
merugikan kesejahteraan karyawan jika dia tidak menerima gaji
yang cukup untuk menutupi biaya hidup. Menjaga karyawan tetap
terkendali sulit dilakukan jika kebutuhan dasarnya tidak
terpenuhi.
d. Keadilan, manusia dalam hidupnya memiliki keinginan
untuk dipentingkan dan disetarakan dengan manusia lainnya.
Hasrat alami ini terbentuk karena manusia dibekali ego dan kodrat
untuk memiliki sifat demikian. Disiplin memunculkan rasa
keadilan karena harus dilaksanakan oleh orang-orang yang
berhubungan di dalam sebuah organisasi. Menggunakan keadilan
sebagai dasar kebijaksanaan ketika memberi penghargaan atau
menghukum karyawan akan mengarah pada disiplin karyawan
yang lebih baik. Seorang pemimpin atau manajer yang baik akan
memperlakukan bawahannya dengan adil. Sebagaimana diketahui
bahwa kedisiplinan yang diterapkan dengan baik akan melahirkan
rasa keadilan.
e. Pemantauan ketat untuk disiplin personel perusahaan,
pengawasan ketat harus dilakukan sebagai tindakan nyata.
Pemimpin harus menunjukkan keaktifan dengan melakukan
pemantauan terhadap sikap, moral, produktivitas, dan pencapaian
bawahan secara langsung.
f. Sanksi memiliki urgensi terhadap karyawan terkait
pengelolaan perilaku. Adanya sanksi menjadikan siapa pun yang
melanggar peraturan perusahaan menjadi lebih berat. Akibatnya,
sikap dan perilaku disiplin karyawan akan berubah. Disiplin
karyawan yang baik dan buruk tergantung pada seberapa berat
hukumannya.
g. Ketegasan pimpinan dibuktikan dengan tindakan tegas
terhadap setiap karyawan yang melakukan tindakan disipliner
sesuai dengan konsekuensi yang telah ditetapkan. Setiap orang
akan menghormati para pemimpin yang tidak takut untuk
mengambil tindakan tegas dalam hal menegakkan tindakan
disipliner terhadap karyawan.
h. Disiplin yang baik dalam suatu perusahaan dapat
dicapai melalui hubungan yang harmonis di antara personelnya.
Hubungan ini bersifat vertikal dan horizontal secara seimbang.
Suasana saling menguntungkan (vertikal-horizontal) dalam
kepemimpinan atau manajemen harus senantiasa diterapkan
kepada bawahan, terlepas dari posisinya baik sebagai pemimpin
ataupun bawahan