Gaya Kepemimpinan


Gaya kepemimpinan merupakan pola tingkah laku yang digunakan
pemimpin untuk mempengaruhi dan mengarahkan para karyawan untuk
mencapai suatu organisasi atau kelompok. Menurut Nawawi, gaya
kepemimpinan adalah perilaku atau cara yang dipilih dan dipergunakan
pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku para
anggota organisasi atau karyawannya. Menurut Kartono (2008:34) menyatakan
sebagai berikut. “Gaya kepemimpinan adalah sifat, kebiasaan, tempramen,
watak, dan kepribadian yang membedakan seorang pemimpin dalam
berinteraksi dengan orang lain”.
Sundriamunawar (2006:25) menyampaikan bahwa pandangan para
pemimpin menyatakan ada tiga gaya memimpin.

  1. Gaya otokratis. Pemimpin otokratis biasanya merasa bahwa mereka
    mengetahui apa yang mereka inginkan dan cenderung mengekspresikan
    kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam bentuk perintah-perintah langsung kepada
    bawahannya. Dengan ciri-ciri antara lain : mengambil keputusan sendiri,
    memutuskan kekuasaan dan pengambilan keputusan pada dirinya, bawahan
    melakukan apa yang diperintahkan, menggunakan wewenang dan tanggung
    jawab sepenuhnya, dan biasanya berorientasi pada kekuasaan.
  2. Gaya partisipatif. Gaya kepemimpinan partisipatif disebut juga gaya
    demokratis, gaya ini berasumsi bahwa para anggota organisasi yang ambil
    bagian secara pribadi dalam proses pengambilan keputusan akan lebih
    memungkinkan sebagai suatu akibat yang mempunyai komitmen yang jauh
    lebih besar pada sasaran dan tujuan organisasi. Yang ciri-cirinya antara lain :
    membagi tanggung jawab pengambilan keputusan dengan kelompok,
    mengembangkan tanggung jawab kelompok untuk menyelesaikan tugas,
    memakai pujian dan kritik, meski pengambilan keputusan dilimpahkan, namun
    tanggung jawab tetap pada pemimpin.
  3. Gaya kendali bebas. Gaya ini merupakan nama lain dari “Laissez Faire”
    menurut pendekatan ini suatu tugas disajikan kepada kelompok yang biasanya
    menentukan teknik-teknik mereka sendiri guna mencapai tujuan tersebut dalam
    rangka mencapai sasaran-sasaran kebijaksanaan organisasi. Dengan ciri-ciri:
    menghindari penumpukan kekuasaan dengan jalan mendelegasikan kepada
    bawahan, tergantung pada kelompok dalam menentukan tujuan dan
    penyelesaian masalah, efektif bila di lingkungan profesional yang bermotivasi
    tinggi.
    Dalam kenyataannya sulit menemukan penerapan perilaku dalam gaya
    kepemimpinan itu yang mumi, tetapi selalu terlihat kombinasi perilaku antara
    yang satu dengan yang lain. Berdasarkan kombinasi perilaku yang dominan,
    dapat dibedakan tiga gaya kepemimpinan utama, dan beberapa gaya
    kepemimpinan pelengkap. ketiga gaya kepemimpinan utama yang terdiri dari
    gaya kepemimpinan otoriter, gaya kemimpinan bebas (LaissezFaire) dan gaya
    kemimpinan demokratis