Hunt dan King (dalam Qamar, 2007) mengatakan bahwa aspek-aspek yang
terdapat dalam religiusitas adalah sebagai berikut :
a. Personal
Yaitu meyakini secara personal nilai-nilai ajaran agama sebagai hal-hal
yang vital dan mengusahakan tingkat penghayatan yang lebih dalam. Misalnya :
tampak ketika individu merasakan nikmatnya beribadah kepada Tuhan, baik
ketika sendiri maupun bersama individu lain.
b. Unselfish (tidak mementingkan diri sendiri)
Berusaha memberikan kebutuhan-kebutuhan yang berpusat kepada diri
sendiri. Misalnya : tampak ketika individu memberikan sebagian hartanya kepada
individu yang membutuhkan.
c. Relevansi terhadap seluruh kehidupan
Yakni memenuhi kehidupannya dengan motivasi dan makna religiusitas.
Misalnya : tampak ketika individu melibatkan agama dalam seluruh kehidupan.
d. Ultimate (tujuan akhir)
Dalam hal ini, keyakinan agama sebagai tujuan akhir, sebagai nilai dan
motif yang utama dan sangat signifikan. Misalnya : tampak ketika individu
menjadikan agama sebagai tujuannya dan bukan untuk keberadaan status sosial
ekonomi.
e. Assosiasional
Adalah keterlibatan religiusitas demi pencaharian nilai religiusitas yang
lebih dalam. Misalnya : tampak ketika individu selalu berusaha mempelajari
agamanya secara mendalam.
f. Keteraturan penjagaan perkembangan iman
Yaitu penjagaan perkembangan keimanan yang konsisten dan teratur.
Misalnya individu selalu berusaha menyempatkan diri menunaikan ibadah sholat
disela-sela kesibukannya.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa religiusitas
memiliki beberapa aspek yang dapat menjadi pemicu terbentuknya. Seperti aspek
Personal, Uniselfish, Relevansi terhadap kehidupan, Ultimate, Assosiasional, dan
Keteraturan penjagaan perkembangan iman
