Ada dua jenis motivasi kerja yaitu, motivasi kerja positif dan negatif
(Hasibuan, 2017:150).
- Motivasi positif ( insentifpositif)
Motivasi positif adalah pemimpin memotivasi (merangsang) bawahan
dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi diatas
prestasi standar. Dengan motivasi positif, semangat kerja bawahan akan
meningkat karena umumnya manusia senang menerima yang baik-baik
saja. - Motivasi negatif ( insentifnegatif)
Motivasi negatif adalah pemimpin memotivasi bawahan dengan standar
mereka akan mendapat hukuman. Dengan motivasi yang negatif ini
semangat kerja bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat
karena rasa takut mereka yang akan mendapat hukuman, tetapi untuk
jangka yang panjang akan berakibat kurang baik.
Sedangkan jenis-jenis motivasi menurut Winardi (2016:5) dapat bersifat
negatif dan positif, yakni: - Motivasi Positif, yang kadang-kadang dinamakan orang “motivasi yang
mengurangi perasaan cemas” (anxiety reducting motivation) atau
“pendekatan wortel” (the carrot approach) di mana orang ditawari sesuatu
yang bernilai (misalnya imbalan berupa uang, pujian dan kemungkinan
untuk menjadi karyawan tetap) apabila kinerjanya memenuhi standar yang
ditetapkan. - Motivasi Negatif, yang sering kali dinamakan orang “ pendekatan tongkat
pemukul” (the stick approach) menggunakan ancaman hukuman (teguran,
ancaman akan di PHK, ancaman akan diturunkan pangkat dan sebagainya)
andaikata kinerja orang bersangkutan di bawahstandar
