Faktor Pengembangan Karir


Pengembangan karier (career development) adalah suatu kondisi yang
menunjukkan adanya peningkatan status seseorang dalam suatu organisasi
pada jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasi. Menurut Siagian
(2008:215), terdapat tujuh faktor yang mempengaruhi pengembangan karir
seseorang, yaitu sebagai berikut:

  1. Prestasi kerja yang memuaskan. Pangkal tolak pengembangan karir adalah
    seseorang adalah prestasi kerjanya melakukan tugas yang dipercayakan
    kepadanya. Tanpa prestasi kerja yang memuaskan, sulit bagi seorang
    pekerja untuk diusulkan oleh atasannya agar dipertimbangkan untuk
    dipromosikan ke pekerjaan atau jabatan yang lebih tinggi di masa depan.
  2. Pengenalan oleh pihak lain. Yang dimaksud di sini adalah berbagai pihak
    yang berwenang memutuskan layak tidaknya seseorang dipromosikan
    seperti atasan langsung dan pimpinan bagian kepegawaian yang
    mengetahui kemampuan dan prestasi kerja pegawai.
  3. Kesetiaan pada organisasi. Merupakan dedikasi seorang pegawai yang
    ingin terus berkarya dalam organisasi tempatnya bekerja untuk jangka
    waktu yang lama.
  4. Pembimbing dan sponsor. Pembimbing adalah orang yang memberikan
    nasihat-nasihat atau saran-saran kepada karyawan dalam upaya
    mengembangkan karirnya. Sedangkan sponsor adalah seseorang di dalam
    perusahaan yang dapat menciptakan kesempatan bagi karyawan untuk
    mengembangkan karirnya.
  5. Dukungan para bawahan. Merupakan dukungan yang diberikan para
    bawahan dalam bentuk mensukseskan tugas manajer yang bersangkutan.
  6. Kesempatan untuk bertumbuh. Merupakan kesempatan yang diberikan
    kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuannya, baik melalui
    pelatihan-pelatihan, kursus, dan juga melanjutkan jenjang pendidikannya.
  7. Berhenti atas permintaan dan kemauan sendiri. Merupakan keputusan
    seorang karyawan untuk berhenti bekerja dan beralih ke perusahaan lain
    yang memberikan kesempatan lebih besar untuk mengembangkan karir.