Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kompensasi


Kebijakan atau peraturan tentang pemberian kompensasi dalam suatu
organisasi terhadap karyawan bukan sesuatu yang statis, melainkan bersifat
dinamis. Hal ini berarti bahwa ketentuan pemberian kompensasi suatu organisasi
dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Perubahan dalam ketentuan pemberian
kompensasi dipengaruhi oleh banyak faktor. Menurut Hasibuan (2005) faktor-
faktor yang mempengaruhi kompensasi antara lain sebagai berikut:

  1. Penawaran dan Permintaan Kerja
    Jika pencari kerja (penawaran) lebih banyak daripada lowongan pekerjaan
    (permintaan) maka kompensasi relatif kecil. Sebaliknya jika pencari kerja
    lebih sedikit daripada lowongan pekerjaan, maka kompensasi relatif semakin
    besar.
  2. Kemampuan dan Kesediaan Perusahaan
    Apabila kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk membayar semakin
    baik maka tingkat kompensasi akan semakin besar.
  3. Serikat Buruh / Organisasi Perusahaan
    Apabila serikat buruhnya kuat dan berpengaruh maka tingkat kompensasi
    semakin besar. Sebaliknya jika serikat buruh tidak kuat dan kurang
    berpengaruh maka tingkat kompensasi relatif kecil.
  4. Produktivitas Kerja Karyawan
    Jika produktivitas kerja karyawan baik dan banyak maka kompensasi akan
    semakin besar. Sebaliknya kalau produktivitas kerjanya buruk serta sedikit
    maka kompensasinya kecil.
  5. Pemerintah dengan Undang-undang dan Keppres
    Pemerintah dengan undang-undang dan keppres menetapkan besarnya batas
    upah/balas jasa minimum. Peraturan Pemerintah ini sangat penting supaya
    pengusaha tidak sewenag-wenang menetapkan besarnya balas jasa bagi
    karyawan.
  6. Biaya Hidup / Cost Living
    Apabila biaya hidup di daerah itu tinggi maka tingkat kompensasi/upah
    semakin besar. Sebaliknya, jika tingkat biaya hidup di daerah itu rendah maka
    tingkat upah/kompensasi relatif kecil.
  7. Posisi Jabatan Karyawan
    Karyawan yang menduduki jabatan lebih tinggi akan menerima
    gaji/kompensasi lebih besar. Sebaliknya karyawan yang menduduki jabatan
    yang lebih rendah akan memperoleh gaji/kompensasi yang kecil.
  8. Pendidikan dan Pengalaman Kerja
    Jika pendidikan lebih tinggi dan pengalaman kerja lebih lama maka gaji/balas
    jasanya akan semakin besar, karena kecakapan serta keterampilannya lebih
    baik. Sebaliknya, karyawan yang berpendidikan rendah dan pengalaman kerja
    yang kurang maka tingkat gaji/kompensasinya kecil.
  9. Kondisi Perekonomian Nasional
    Apabila kondisi perekonomian nasional sedang maju (boom) maka tingkat
    upah/kompensasi akan semakin besar, karena akan mendekati kondisi full
    employment. Sebaliknya jika kondisi perekonomian kurang maju (depresi)
    maka tingkat upah rendah, karena terdapat banyak penganggur (disqueshed
    unemployment).
  10. Jenis dan Sifat Pekerjaan
    Kalau jenis dan sifat pekerjaan yang sulit dan mempunyai resiko (finansial,
    keselamatan) yang besar maka tingkat upah/balas jasanya semakin besar
    karena membutuhkan kecakapan serta ketelititan untuk mengerjakannya.
    Tetapi jika jenis dab sifat pekerjaannya mudah dan resiko (finansial,
    kecelakaannya) kecil, tingkat upah/balas jasanya relatif rendah.
    Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kompensasi menurut,
    Megginson (dalam Mangkunegara, 2011) adalah sebagai berikut:
  11. Faktor Pemerintah
    Peraturan pemerintah yang berhubungan dengan penentuan standar gaji
    minimal, pajak penghasilan, penetapan harga bahan baku, biaya transportasi,
    inflasi maupun devaluasi sangat mempengaruhi perusahaan dalam
    menentukan pemberian kompensasi karyawan.
  12. Penawaran Bersama antara Perusahaan dan Karyawan
    Dalam menentukan kompensasi dapat dipengaruhi pula pada saat terjadinya
    tawar menawar mengenai besarnya upah yang harus diberikan oleh
    perusahaan kepada karyawannya.
  13. Standard dan Biaya Hidup Karyawan
    Dalam pemberian kompensasi perlu mempertimbangkan standar dan biaya
    hidup minimal karyawan. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar dan rasa
    aman karyawan akan memunkinkan karyawan dapat bekerja dengan penuh
    motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan.
  14. Ukuran Perbandingan Upah
    Dalam menentukan kompensasi dipengaruhi pula oleh ukuran besar kecilnya
    perusahaan, tingkat pendidikan karyawan, masa kerja karyawan. Artinya,
    perbandingan tingkat upah karyawan perlu memperhatikan tingkat
    pendidikan, masa kerja, dan ukuran perusahaan.
  15. Permintaan dan Persediaan
    Dalam menentukan kompensasi karyawan perlu mempertimbangkan tingkat
    persediaan dan permintaan pasar. Artinya, kondisi pasar saat itu perlu
    dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan tingkat upah karyawan.
  16. Kemampuan Membayar
    Dalam menentukan kompensasi karyawan perlu didasarkan pada kemampuan
    perusahaan dalam membayar upah karyawan. Artinya, jangan sampai
    menentukan kebijakan kompensasi diluar batas kemampuan yang ada pada
    perusahaan