Work Engagement


Spitzmueller dan Luksyte (2015) mendefinisikan work engagement
sebagai suatu keadaan di mana karyawan merasa terikat secara
emosional, kognitif, dan perilaku terhadap pekerjaan mereka dan
organisasi tempat mereka bekerja. Lebih lanjut, ditambahkan bahwa
work engagement juga melibatkan perasaan positif, seperti semangat,
gairah, dan antusiasme terhadap pekerjaan. Sedangkan menurut Bakker
dan Demerouti (2013), work engagement adalah keadaan ketika
karyawan merasa terikat secara emosional dan kognitif terhadap
pekerjaan mereka, yang menghasilkan perasaan positif tentang pekerjaan
dan organisasi, serta menghasilkan keinginan untuk memberikan
kontribusi yang optimal.
Menurut Saks (2015), work engagement dapat diartikan sebagai
kondisi psikologis positif yang mencakup keterlibatan kognitif, afektif,
dan perilaku yang tinggi dalam pekerjaan. Keterlibatan kognitif
melibatkan fokus dan konsentrasi pada pekerjaan, keterlibatan afektif
melibatkan perasaan positif terhadap pekerjaan, dan keterlibatan perilaku
melibatkan upaya dan aktivitas yang dilakukan dalam pekerjaan.
Sementara itu, Hakanen dan Schaufeli (2017) berpendapat bahwa work
engagement adalah suatu keadaan psikologis positif yang mencakup tiga
dimensi, yaitu vigor (energi dan ketekunan dalam bekerja), dedication
(keterikatan dan kepercayaan pada pekerjaan), dan absorption
(keterlibatan total dalam pekerjaan). Work engagement juga melibatkan
perasaan positif terhadap pekerjaan dan keterlibatan yang tinggi dalam
pekerjaan.
Work Engagement meliputi 3 (tiga) dimensi yang umumnya
dikemukakan oleh para ahli. Berikut adalah penjelasan 3 (tiga) dimensi
work engagement menurut Xanthopoulou, et al. (2019), yaitu:

  1. Vigor (energi dan ketekunan dalam bekerja)
    Vigor mengacu pada tingkat energi yang tinggi dan ketekunan
    dalam bekerja. Seseorang yang memiliki vigor dalam bekerja
    merasa kuat, bertenaga, dan terus-menerus bersemangat dalam
    menjalankan tugas-tugasnya. Mereka merasa energik dan tidak
    cepat merasa lelah dalam melaksanakan tugas-tugas yang
    dihadapinya.
  2. Dedication (keterikatan dan kepercayaan pada pekerjaan)
    Dedikasi merujuk pada tingkat keterikatan seseorang pada
    pekerjaannya. Seseorang yang memiliki dedikasi pada
    pekerjaannya merasa terlibat secara emosional dalam
    pekerjaannya dan memiliki kepercayaan pada tujuan organisasi
    atau perusahaan tempatnya bekerja. Mereka merasa pekerjaannya
    penting dan merasa bahwa pekerjaannya memberikan makna dan
    kepuasan dalam hidupnya.
  3. Absorption (keterlibatan total dalam pekerjaan)
    Absorption merujuk pada tingkat keterlibatan total seseorang
    dalam pekerjaannya. Seseorang yang memiliki absorption dalam
    bekerja merasa terlibat sepenuhnya dalam pekerjaannya, dengan
    menyerap dan meresapi tugas-tugasnya. Mereka merasa tertarik
    dan terus-menerus terlibat dalam tugas-tugasnya hingga waktu
    yang cukup lama.
    Panteli, et al. (2018) berpendapat bahwa work engagement ditandai
    dengan energi yang meningkat dan identifikasi yang menguat dengan
    rekan di tempat kerja. Hal tersebut berkaitan dengan meningkatnya
    produktivitas, kinerja yang membaik, dan suksesnya organisasi. Work
    engagement dapat membantu perusahaan memprediksi keberhasilan
    organisasi, kinerja finansial, dan produktivitas karyawan (Bates, 2004,
    dalam Yudiani, 2017).
    Pengertian work engagement menurut para ahli di atas menunjukkan
    bahwa work engagement melibatkan perasaan positif, seperti
    kegembiraan, semangat, dan antusiasme, serta keterlibatan emosional
    dan kognitif yang kuat terhadap pekerjaan dan organisasi. Work
    engagement juga menciptakan keinginan untuk memberikan kontribusi
    yang optimal, meningkatkan kinerja, dan motivasi positif bagi karyawan.
    Adapun dalam definisi work engagement yang menjadi acuan dalam
    penelitian ini adalah menurut Hakanen dan Schaufeli (2017) berpendapat
    bahwa work engagement adalah suatu keadaan psikologis positif yang
    mencakup tiga dimensi, yaitu vigor (energi dan ketekunan dalam
    bekerja), dedication (keterikatan dan kepercayaan pada pekerjaan), dan
    absorption (keterlibatan total dalam pekerjaan). Work engagement juga
    melibatkan perasaan positif terhadap pekerjaan dan keterlibatan yang
    tinggi dalam pekerjaan