Role Overload


Role overload adalah suatu kondisi di mana individu merasa
terbebani dengan terlalu banyak tugas atau tanggung jawab yang harus
dijalankan dalam waktu yang terbatas. Role overload seringkali terjadi
ketika tugas yang diberikan melebihi kapasitas individu atau ketika
individu tidak memiliki kontrol atas jadwal atau prioritas tugas yang
harus dijalankan (Robbins & Judge, 2017). Sedangkan Jamal dan
Colleague (2015) memberikan definisi bahwa role overload adalah
ketika individu merasa terlalu banyak tugas atau tanggung jawab yang
harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas, sehingga tidak mungkin
untuk melakukan tugas tersebut secara efektif dan efisien.
Menon dan Shrivastava (2021) menyatakan bahwa role overload
adalah keadaan di mana seseorang memiliki terlalu banyak tanggung
jawab dan tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas,
sehingga mengalami kesulitan dalam memenuhi semua tuntutan tersebut.
Mereka menekankan bahwa role overload dapat berdampak negatif pada
kesejahteraan psikologis individu, seperti stres, kelelahan, dan bahkan
burnout.
Menurut beberapa penelitian, role overload dapat menjadi faktor
risiko dalam terjadinya stres kerja dan kelelahan, yang pada akhirnya
dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis dan kesehatan
fisik individu. Oleh karena itu, manajemen organisasi perlu
memperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya
role overload dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi beban
kerja yang berlebihan pada karyawan (Brough et al., 2019).
Adapun definisi role overload yang dipakai dalam penelitian ini
mengacu pada pengertian yang dikemukakan oleh Menon dan
Shrivastava (2021) yang menyatakan bahwa role overload adalah
keadaan di mana seseorang memiliki terlalu banyak tanggung jawab dan
tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas, sehingga
mengalami kesulitan dalam memenuhi semua tuntutan tersebut. Mereka
menekankan bahwa role overload dapat berdampak negatif pada
kesejahteraan psikologis individu, seperti stres, kelelahan, dan bahkan
burnout