Pengertian Lingkungan Kerja


Lingkungan kerja adalah kehidupan fisik, sosial, dan psikologi dalam
perusahaan yang memengaruhi kinerja dan produktivitas karyawan. Beberapa
ahli mendeskripsikan lingkungan kerja sebagai segala hal yang ada di sekitar
karyawan dan yang memengaruhi mereka dalam bekerja dan menjalankan
tugas. Ada juga ahli yang berpendapat bahwa lingkungan kerja adalah
keseluruhan alat dan perkakas yang dihadapi oleh karyawan, termasuk
lingkungan, metode kerja, dan pengaturan kerja sebagai seorang individu atau
kelompok.
Selain berupa lingkungan yang menjadi tempat di mana karyawan
bekerja, lingkungan kerja juga menjadi faktor yang bisa meningkatkan kinerja
karyawan atau bahkan menurunkan. Ketika karyawan bekerja di lingkungan
kerja yang baik, maka ide, produktivitas, dan kinerjanya bisa meningkat.
Sebaliknya, jika lingkungan kerja tidak baik dan tidak mendukung kinerja serta
produktivitasnya, maka kemampuan karyawan menghasilkan pekerjaan yang
baik akan menurun.
Jenis Lingkungan Kerja Dari pengertian lingkungan kerja yang telah
dijabarkan di atas, bisa disimpulkan bahwa lingkungan kerja tidak hanya
berupa benda fisik yang bisa disentuh dan dilihat. Lingkungan kerja juga
menjadi hal abstrak non-fisik yang memengaruhi kinerja seorang karyawan.
Fisik dan non- fisik ini kemudian bisa menjadi dua jenis lingkungan kerja.
Lingkungan kerja fisik adalah segala keadaan yang berbentuk secara
fisik yang berada di sekitar tempat kerja. Lingkungan kerja fisik dapat
memengaruhi produktivitas karyawan. Lingkungan kerja fisik dapat
digolongkan menjadi dua: lingkungan kerja yang berhubungan langsung dan
tidak langsung.
Menurut beberapa ahli juga mendefinisikan lingkungan kerja fisik
sebagai berikut:
Sedarmayanti (2001:21) adalah semua elemen atau keadaan yang ada
disekitar tempat kerja yang akan mempengaruhi pegawai baik secara langsung
maupun secara tidak langsung. Sementara pengertian.
Nitisemito (2002:183), lingkungan kerja fisik adalah segala sesuatu
yang ada disekitar karyawan, yang dapat mempengaruhi karyawan dalam
menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.
Berdasarkan pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa
lingkungan kerja fisik merupakan elemen atau keadaan yang ada disekitar
tempat kerja yang dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak
langsung kinerjakaryawan yang berada didalam lingkungan kerja tersebut.
Contoh lingkungan fisik yang berhubungan langsung adalah meja, kursi, mesin
fotokopi, dan yang lainnya. Sedangkan lingkungan kerja fisik yang tidak
berhubungan langsung atau membutuhkan perantara adalah kelembapan, suhu,
sirkulasi udara, pencahayaan, aroma ruangan, dan yang lain.
Lingkungan kerja non-fisik adalah keseluruhan hubungan yang
termasuk dalam urusan kerja. Seperti hubungan karyawan dengan pimpinan,
maupun hubungan karyawan dengan karyawan yang lain. Jenis lingkungan
kerja non-fisik utamanya berpengaruh juga dalam produktivitas karyawan.
Oleh sebab itu, perusahaan hendaknya wajib menciptakan lingkungan kerja
non-fisik yang mendukung kerja sama antar seluruh elemen dalam perusahaan.
Lingkungan kerja non-fisik setidaknya harus terbuka dan sportif supaya
karyawan merasa dihargai dan didukung. Bila lingkungan kerja non-fisik ini
tidak baik, maka kinerja akan terganggu.
Menurut beberapa ahli lingkungan kerja non-fisik memiliki beberapa
definisi sebagai berikut:
Sedarmayanti (2001:31), Lingkungan kerja non-fisik mencangkup
semua keadaan yang terjadi berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan
dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan
dengan bawahan
Nitisemito (2000:171-173) menyatakan bahwa perusahaan hendaknya
dapat menciptakan kondisi kerja yang mendukung kerja sama antara tingkat
atasan, bawahan maupun yang memiliki status jabatan yang sama di
perusahaan. Manajemen hendaknya mampu menciptakan suasana kerja yang
penuh dengan nuansa kekeluargaan dan komunikasi yang baik.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja
non-fisik merupakan hubungan antara individu satu dengan yang lain dalam
hubungan kerja, komunikasi serta Kerjasama yang baik agar menimbulkan
lingkungan kerja yang baik.
Pengaruh Lingkungan Kerja dengan Kinerja Karyawan Jenis
lingkungan kerja fisik maupun non-fisik sangat berpengaruh terhadap kinerja
dan produktivitas karyawan. Ketika karyawan berada di lingkungan yang
sangat mendukung ide kreatif nya, ia akan bekerja lebih efektif dan
menghasilkan pekerjaan yang maksimal. Sebaliknya, jika jenis lingkungan
kerja di mendukung karyawan dan keseluruhan operasional kerja, maka akan
sulit memperoleh sistem kerja yang efisien dan efektif.
Lingkungan Kerja Menurut Nitisemito (2002:183) definisi lingkungan
kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar pekerja, yang dapat
mempengaruhi seorang pekerja dalam menjalankan tugas-tugas yang di
berikan. Pada dasarnya pengertian lingkungan berkaitan dengan elemen-
elemen yang ada disekitar perusahaan yang berdampak secara langsung
maupun tidak langsung terhadap perusahaan. Dalam konteks lingkungan kerja
maka dapat didefinisikan sebagai elemen-elemen yang ada disekitar karyawan,
yang berdampak secara langsung dan tidak langsung terhadap kinerja
karyawan.
Definisi lingkungan perusahaan menurut Swastha dan Sukotjo
(2004:26- 27) yang menyatakan bahwa lingkungan perusahaan dapat diartikan
sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi organisasi
dan kegiatannya. Sedangkan definisi lingkungan kerja secara luas mencakup
semua faktor eksternal yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan
masyarakat
Dari beberapa pengertian yang telah dipaparkan oleh ahli di bidang
sumber daya manusia tersebut dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja pada
dasarnya berkaitan dengan elemen-elemen atau berbagai macam faktor yang
ada di sekitar karyawan, yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak
langsung terhadap performa karyawan perusahaan. Oleh karena itu, menjadi
sebuah keharusan bagi manajemen perusahaan untuk memperhatikan secara
serius komponen lingkungan kerja agar tercipta lingkungan kerja yang
kondusif.