Memberikan motivasi kepada pegawai oleh pimpinannya merupakan
proses kegiatan pemberian motivasi kerja, sehingga pegawai tersebut
berkemampuan untuk pelaksanaan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.
Tanggung jawab adalah kewajiban bawahan untuk melaksanakan tugas sebaik
mungkin yang diberikan oleh atasan, dan inti dari tanggung jawab adalah
kewajiban Siagian (2010:286). Nampaknya pemberian motivasi oleh pimpinan
kepada bawahan tidaklah begitu sukar, namun dalam praktiknya pemberian
motivasi jauh lebih rumit. Siagian (2010:287) menjelaskan kerumitan ini
disebabkan oleh:
- Kebutuhan yang tidak sama pada setiap pegawai, dan berubah
sepanjang waktu. Disamping itu perbedaan kebutuhan pada setiap taraf
sangat mempersulit tindakan motivasi para manajer. Dimana sebagian
besar para manajer yang ambisius, dan sangat termotivasi untuk
memperoleh kepuasan dan status, sangat sukar untuk memahami bahwa
tidak semua pegawai mempunyai kemampuan dan semangat seperti
yang dia miliki, sehingga manajer tersebut menerapkan teori coba-coba
untuk menggerakkan bawahannya. - Feeling dan emotions yaitu perasaan dan emosi. Seseorang manajer
tidak memahami sikap dan kelakuan pegawainya, sehingga tidak ada
pengertian terhadap tabiat dari perasaan, keharusan, emosi. - Aspek yang terdapat dalam diri pribadi pegawai itu sendiri seperti
kepribadian, sikap, pengalaman, budaya, minat, harapan, keinginan,
lingkunga yang turut mempengaruhi pribadi pegawai tersebut. - Pemuasan kebutuhan yang tidak seimbang antara tanggung jawab dan
wewenang. Wewenang bersumber atau datang dari atasan kepada
bawahan, sebagai imbalannya pegawai bertanggung jawab kepada
atasan, atas tugas yang diterima. Seseorang dengan kebutuhan akan rasa
aman yang kuat mungkin akan “mencari amannya saja”, sehingga akan
menghindar menerima tanggung jawab karena takut tidak berhasil dan
diberhentikan dan di lain pihak mungkin seseorang akan menerima
tanggung jawab karena takut diberhentikan karena alasan prestasi kerja
yang jelek (buruk). Menurut Gomes (2003:180), motivasi seorang
pekerja untuk bekerja biasanya merupakan hal yang rumit, karena
motivasi itu melibatkan faktor-faktor individual dan faktor-faktor
organisasional. Yang tergolong pada faktor-faktor yang sifatnya
individual adalah kebutuhan-kebutuhan (needs), tujuan-tujuan (goals),
sikap (attitudes), dan kemapuan kemampuan (abilities). Sedangkan
yang tergolong pada faktor-faktor yang berasal dari organisasi meliputi
pembayaran atau gaji (pay), keamanan pekerjaan (job security),sesama
pekerja (co-workes), pengawasan (supervision), pujian (praise), dan
pekerjan itu sendiri (job itself).
