Hubungan Antara Leader Member Exchange (LMX) Dengan KinerjaKaryawan


Penelitian menurut Fiedier dalam Robbins, (2002) pada saatmemilki
hubungan baik antara atasan dan bawahannya, makin terstruktur pula pekerjaan
karyawan dan akan berdampak pada semakin kuatnya kekuasaan pemimpin,
seorang pemimpin akan mempunyai kendali besar. Sikap yang sesuai dengan
keadaan yang ada akan menjadi kunci efektivitas kepemimpinan. Keberadaan sosok
pemimpin dalam suatu perusahaan atau organisasi merupakan hal yang sangat
pokok dan penting karena memiliki peran stratetgis dalam pencapaian tujuan
organisasi. Kepemimpinan yang sesuai dan tepat dapat memberikan peningkatan
motivasi karyawan untuk memberikan hasil kinerja yang baik dan berprestasi,
karena pengaruh atas kepemimpinan atasan dapat menentukan sukses tidaknya
karyawan dalam prestasi kerja. Apabila hubungan karyawan dan pemimpin terjalin
dengan baik, karyawan cenderung rela untuk bekerja lebih dari porsinya, bekerja
dengan serta merta, memberikan inisiatif lebih dan bekerja dengan lebih maksimal.
Penelitian dari Audenaert (2016) Ketika karyawan merasakan LMX
berkualitas tinggi, mereka mengalami kinerja karyawan manajemen lebih
mendukung daripada mengendalikan. Kinerja karyawan organisasi manajemen
ditafsirkan melalui hubungan LMX masing-masing. Karyawan di dalam organisasi
berbeda dalam hal sejauh mana mereka menganggap hubungan mereka dengan
garis mereka manajer sebagai kualitatif. Karyawan membentuk persepsi kualitas
LMX dari waktu ke waktu sebagai akibat dari pertukaran harapan peran dan
pemenuhan Graen & Uhl-Bien,(1995). Berkualitas tinggi Hubungan LMX,
karyawan menganggap bahwa hubungan mereka dengan manajer lini mereka
dicirikan oleh kontribusi timbal balik, pengaruh, penghargaan profesional dan
kesetiaan di luar apa yang ada diatur dalam kontrak kerja Liden & Maslyn,
(1998). Sebaliknya, LMX berkualitas rendah hubungan menimbulkan pertukaran
ekonomi kontraktual Graen & Scandura, (1987)
Demikian juga dengan hasil penelitian dari Kim (2016) Teori LMX
didasarkan pada gagasan bahwa tindakan positif oleh pengawas dapat memimpin
karyawan merasa berhutang budi, membentuk pertukaran bantuan Liden et al. ,
(2006). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan berkualitas tinggi
antara karyawan dan atasan dapat memperkuat motivasi kerja karyawan Klein dan
Kim, (1998). Hubungan seperti ini umumnya memiliki dampak positif pada hasil
kerja karyawan, termasuk kepuasan, kepercayaan dan perilaku