Dibawah ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi seorang individu
meraih keseimbangan kehidupan-kerja menurut Paulose dan Sudarsan (2014:5)
sebagai berikut :
- Gender
Peran seorang individu berdasarkan gender adalah hal yang sering diterapkan
dalam sistem pembagian tugas dilingkungan keluarga secara tradisional.
Dengan demikian hal tersebut rentan mengalami konflik peran jika mereka
terjundalam dunia kerja. - Perencanaan kerja
Perencanaan jam kerja yang fleksibel dan kebijakan – kebijakan kerja juga
membantu pegawai untuk bisa menyeimbangkan perannya dalam pekerjaan
dan perannya di luar pekerjaan. - Dukungan
Organisasi Seperti mendapat dukungan dari atasan atau rekan kerja
memberikan pengaruh untuk seorang pegawai bisa menyeimbangkan
kehidupan-kerja nya. Semakin tinggi dukungan yang diberikan dan didapatkan
di tempat kerja semakin tinggi pula keseimbanga kehidupan-kerja pegawai. - Dukungan Keluarga
Hal ini begitu penting karena awal mula kehidupan seorang pegawai adalah
berasal dari kehidupan keluarga terlebih dahulu. Dengan mendapatkan 17
dukungan dari keluarga memberikan dampak energi positif untuk bekerja
dengan baik hingga mencai Work-life Balance. - Job Stress
Ketidaknyamanan atau situasi tegang di lingkungan pekerjaan membuat
pegawai cenderung tertekan dan mempengaruhi kehidupan baik pada
pekerjaan maupun diluar pekerjaan
