Menurut Jinafeng et al. (2022) terdapat beberapa indikator yang
mempengaruhi green HRM adalah:
a. Green Recruitment
Proses perekrutan yang bertujuan untuk menarik calon karyawan yang tidak
hanya memiliki keterampilan teknis atau profesional yang sesuai tetapi juga
memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai lingkungan dan komitmen untuk
melaksanakan praktik ramah lingkungan. Dalam indikator ini, karyawan
dievaluasi berdasarkan pemahaman mereka terhadap kebijakan keberlanjutan
dan bagaimana mereka mampu mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam
pekerjaan mereka sehari-hari. Karyawan yang memahami pentingnya
pengurangan limbah, efisiensi penggunaan sumber daya, serta upaya untuk
menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan menjadi kandidat yang
ideal untuk Green Recruitment.
b. Green Learning and Development
Inisiatif pengembangan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran
karyawan terhadap isu lingkungan dan meningkatkan keterampilan yang
diperlukan untuk mengelola dampak lingkungan di tempat kerja. Indikator ini
mencakup pelatihan yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada
karyawan mengenai praktik-praktik ramah lingkungan seperti pengelolaan
limbah, penggunaan energi yang efisien, serta pengurangan jejak karbon
organisasi. Melalui program ini, karyawan dapat meningkatkan pengetahuan
mereka mengenai bagaimana tanggung jawab lingkungan dapat diterapkan
dalam tugas sehari-hari, sehingga meningkatkan kepuasan mereka terhadap
pekerjaan yang lebih holistik dan berkelanjutan.
c. Green Compensation
Kompensasi yang diberikan tidak hanya didasarkan pada kinerja umum, tetapi
juga mencakup kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan. Karyawan
dievaluasi berdasarkan pengurangan limbah, efisiensi penggunaan sumber
daya, atau inovasi yang mendukung kelestarian lingkungan. Indikator ini
mencakup penghargaan kepada karyawan yang menunjukkan kemampuan
untuk mengelola dampak lingkungan secara efektif, yang berdampak pada
peningkatan kualitas hidup kerja yang berkelanjutan. Green Compensation
bertujuan untuk mendorong karyawan untuk lebih terlibat dalam aktivitas
yang mendukung lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
d. Green Empowerment
Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan yang berkaitan dengan praktik ramah lingkungan.
Dalam hal ini, karyawan tidak hanya sebagai pelaksana tetapi juga sebagai
inisiator yang aktif dalam mengajukan solusi ramah lingkungan atau
mengimplementasikan inisiatif yang berkontribusi pada keberlanjutan
organisasi. Karyawan yang diberikan kekuasaan untuk berpartisipasi dalam
proses tersebut merasa lebih dihargai dan memiliki rasa tanggung jawab yang
lebih besar terhadap dampak lingkungan, yang pada akhirnya meningkatkan
keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab sosial
