Konsep Pariwisata Berbasis Masyarakat


Pariwisata berbasis masyarakat merupakan sebuah destinasi pariwisata
yang dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat setempat dan di bantu oleh
lembaga maupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang berkaitan
dengan kegiatan tersebut. Tujuan pembangunan wisata berbasis masyarakat
sendiri agar hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat baik secara langsung
maupun tidak. Pariwisata berbasis masyarakat memiliki beberapa
karakteristik yaitu adanya pendidikan dan interpelasi sebagai bagian dari
produk wisatanya, meningkatkan kesadaran masyarakat lokal dan
pengunjung terhadap pentingnya upaya konservasi, umumnya diperuntukan
bagi wisatawan dalam jumlah kecil oleh usaha jasa yang dimiliki masyarakat
lokal, meminimalisir dampak negatif terhadap alam dan lingkungan sosialbudaya dan mendukung upaya perlindungan terhadap alam (Hausler dan
Stradas, 2002).
Implementasi yang baik dari pariwisata berbasis masyarakat dapat
memberikan dampak ekonomi yang signifikan, yaitu meningkatnya
pendapatan masyarakat lokal melalui keuntungan usaha dan kesempatan
kerja, mengentaskan kemiskinan, memulihkan kondisi ekonomi dan
memperbaiki insfrastruktur. Pada sektor sosial – budaya, pariwisata berbasis
masyarakat dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui
program pelatihan dan pendidikan, mendukung organisasi masyarakat lokal
dalam hal peningkatan kapasitas, membangun jejaring dan keterlibatan
mereka dalam pengembangan pariwisata di daerahnya dan memungkinkan
terciptanya tata kelola kepariwisataan yang baik melaui keterlibatan
partisipasi masyarakat dalam perencanaan di segala kegiatan.
Manfaat pariwisata berbasis masyarakat terhadap lingkungan adalah dapat
mendorong pemanfaatan berkelanjutan dan perlindungan terhadap sumber
daya alam yang sensitive, menghindari eksploitasi dan ketergantungan
terhadap satu sumber daya, mendukung pemanfaatan sumber daya alam
secara tidak konsumtif, meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan di
tingkat nasional maupun lokal, serta meningkatkan pemahaman terhadap
hubungan antara lingkungan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan
(Tasci et al, 2013).
Menurut Antariksa (2010: 2-3) terdapat beberapa alasan mengapa
pariwisata perlu untuk dikembangkan terutama bagi negara yang sedang
berkembang seperti Indonesia. Pertama, adanya motivasi seseorang untuk
berwisata merupakan peluang bagi suatu wilayah dengan potensi wisata
untuk menjadi media pemenuhan kebutuhan. Kedua, dengan menjadi media
pemenuhan kebutuhan tersebut, maka ada berbagai keuntungan yang dapat
diraih. Ketiga, bagi negara yang sedang berkembang, industri pariwisata
merupakan media pembangunan ekonomi yang tidak memerlukan investasi
besar dalam jangka panjang. Keempat, sektor pariwisata dapat mengurangi
ketergantungan impor karena barang modal dan barang habis pakai dapat
disediakan oleh destinasi pariwisata. Kelima, peran pariwisata yang sangat
besar dalam perekonomian dunia memberi peluang yang lebih besar bagi
indonesia untuk menarik segmen pasar dari negara – negara maju. Keenam,
industri pariwisata dapat mengurangi tingkat kemiskinan