Lingkungan Kerja


Lingkungan kerja merupakan tempat dimana para karyawan melakukan
aktivitas bekerja. Lingkungan kerja dapat membawa dampak positif dan negatif
bagi karyawan dalam rangka mencapai hasil kerjanya. Lingkungan kerja dalam
suatu perusahaan sangat penting untuk diperhatikan manajemen. Meskipun
lingkungan kerja tidak melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan,
namun lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap para karyawan
yang melaksanakan proses produksi tersebut.
Lingkungan kerja yang memusatkan bagi karyawannya dapat
meningkatkan kinerja. Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak memadai akan
dapat menurunkan kinerja. Pada saat ini lingkungan kerja dapat didesain
sedemikian rupa untuk menciptakan hubungan kerja yang mengikat pekerja dalam
lingkungannya.
Lingkungan kerja yang baik adalah yang aman, tenteram, bersih, tidak
bising, terang dan bebas dari segala macam ancaman dan gangguan yang
dapat menghambat karyawan untuk bekerja secara optimal. Lingkungan kerja
yang kondusif akan membawa dampak baik bagi kelangsungan karyawan bekerja,
sebaliknya, lingkungan kerja yang kurang kondusif akan membawa dampak
negatif bagi kelangsungan karyawan bekerja.
Lingkungan kerja merupakan salah satu penyebab dari keberhasilan dalam
melaksanakan suatu pekerjaan, tetapi juga dapat menyebabkan suatu kegagalan
dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, karena lingkungan kerja dapat mempengaruhi
pekerja, terutama lingkungan kerja yang bersifat psikologis. Sedangkan
pengaruhnya itu sendiri dapat bersifat positif dan dapat bersifat negatif.
Menurut Barry Render & Jay Heizer (2001:239), lingkungan kerja merupakan
lingkungan fisik tempat karyawan bekerja yang mempengaruhi kinerja, keamanan
dan mutu kehidupan kerja mereka. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan
rasa aman dan memungkinkan para pegawai untuk dapat bekerja optimal.
Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosi pegawai, jika pegawai menyenangi
lingkungan kerja dimana ia bekerja, maka pegawai tersebut akan betah di tempat
bekerjanya untuk melakukan aktivitas sehingga waktu kerja dipergunakan secara
efektif dan optimal prestasi kerja pegawai juga tinggi. Lingkungan kerja tersebut
mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama pegawai dan hubungan
kerja antar bawahan dan atasan serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja.
Menurut Mardiana (2005: 15) “Lingkungan kerja adalah lingkungan dimana
pegawai melakukan pekerjaannya sehari-hari”. Lingkungan kerja yang kondusif
memberikan rasa aman dan memungkinkan para pegawai untuk dapat berkerja
optimal.
Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosi pegawai. Jika pegawai
menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja, maka pegawai tersebut akan
betah di tempat kerjanya untuk melakukan aktivitas sehingga waktu kerja
dipergunakan secara efektif dan optimis prestasi kerja pegawai juga tinggi.
Lingkungan kerja tersebut mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara
sesama pegawai dan hubungan kerja antar bawahan dan atasan serta lingkungan
fisik tempat pegawai bekerja.
Menurut Gouzali saydam (2000:266) juga menyebutkan bahwa lingkungan
kerja merupakan keseluruhan sarana dan prasarana kerja yang ada di sekitar
karyawan yang sedang melakukan pekerjaan yang dapat
mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan itu sendiri.
Menurut Sedarmayati (2009: 21) definisi lingkungan kerja adalah
keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya di
mana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai
perseorangan maupun sebagai kelompok.
Menurut Sihombing (2004:134) lingkungan kerja adalah : “Faktor-faktor di
luar manusia baik fisik maupun non fisik dalam suatu organisasi. Faktor fisik ini
mencakup peralatan kerja, suhu tempat kerja, kesesakan dan kepadatan,
kebisingan, luas ruang kerja. Sedangkan non fisik mencakup hubungan kerja yang
terbentuk di instansi antara atasan dan bawahan serta antara sesama karyawan.”
Menurut Sedarmayanti (2001 : 21) “lingkungan kerja adalah keseluruhan alat
perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang
bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan
maupun sebagai kelompok”.
Menurut sarwono (2005) “Lingkungan kerja adalah lingkungan
dimana pegawai/karyawan melakukan pekerjaannya sehari-hari”. Lingkungan
kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan para pegawai
untuk dapat berkerja optimal. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosi
pegawai. Jika pegawai menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja, maka
pegawai tersebut akan betah di tempat kerjanya untuk melakukan aktivitas
sehingga waktu kerja dipergunakan secara efektif dan optimis prestasi kerja
pegawai juga tinggi. Lingkungan kerja tersebut mencakup hubungan kerja yang
terbentuk antara sesama pegawai dan hubungan kerja antar bawahan dan atasan
serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja.
Definisi lingkungan kerja menurut Komarudin (2001: 87) adalah kehidupan
sosial psikologi dan fisik dalam organisasi yang berpengaruh terhadap pekerjaan
karyawan dalam melakukan tugasnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja adalah keadaan di sekitar para
pekerja sewaktu pekerja melakukan tugasnya yang mana keadaan ini mempunyai
pengaruh bagi pekerja pada waktu melakukan pekerjaannya dalam rangka
menjalankan operasi perusahaan. Lingkungan kerja mempunyai makna yang
penting bagi pekerja dalam menyelesaikan tugasnya.
Tujuan utama pengaturan lingkungan kerja adalah naiknya produktivitas
perusahaan. Oleh karenanya pengadaan fasilitas lingkungan kerja yang baik
adalah secukupnya saja, jangan sampai tenaga kerja merasa terlalu dimanja dalam
bekerja, sehingga hasil yang dicapai tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka perencanaan dan pengaturan lingkungan
kerja tidak dapat diabaikan begitu saja, karena hal itu berpengaruh pada jalannya
operasi perusahaan