Jenjang Karir Karyawan


Pengembangan karier sangat penting bagi suatu organisasi, karena karier
merupakan kebutuhan yang harus terus dikembangkan dalam diri seorang
pegawai sehinga mampu memotivasi pegawai untuk meningkatkan kinerjanya.
Pengembangan karier meliputi setiap aktivitas untuk mempersiapkan seseorang
untuk menempuh jalur karier tertentu. suatu rencana karier yang telah dibuat oleh
seseorang pekerja harus disertai oleh suatu tujuan karier yang realistis. Karena
perdefinisi perencanan, termasuk perencanan karier, menurut Sunyoto (2012:164)
perencanan karier adalah proses yang dilalui oleh individu karyawan untuk
mengindetifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan
kariernya.
Dengan demikian seorang pegawai perlu mengambil langkah-langkah tertentu
guna mewujudkan rencana tersebut. Berbagai langkah yang perlu ditempuh itu
dapat diambil atas prakarsa pekerja sendiri, tetapi dapat pula berupa kegiatan yang
disponsori oleh organisasi, atau gabungan dari keduanya. Hal ini merupakan salah
satu prinsip pengembangan karier yang sangat fundamental sifatnya.
Flipo (1984 : 271) menyatakan bahwa “ Karier dapat didefinisikan sebagai
serangkaian kegiatan pekerjan yang terpisahkan dan memberikan kedudukan dan
arti dalam riwayat hidup seseorang. Sedangkan menurut Hani Handoko dalam
Sunyoto (2012:165) pengertian karier ada tiga yakni:

  1. Karier sebagai suatu urutan promosi atau pemindahan (transfer)
    lateral kejabatan-jabatan yang lebih menuntut tangung jawab atau
    lokasi-lokasi yang lebih baik dalam atau menyilang hierarki hubungan
    kerja selama kehidupan kerja seseorang.
  2. Karier sebagai penunjuk pekerjan-pekerjan yang membentuk suatu pola
    kemajuan sistematik yang jelas kariernya;
  3. Karier sebagai sejarah pekerjan seseorang atau serangkaian posisi yang
    dipegangnya selama kehidupan kerja.
    Cascio dalam Marwansyah (2012 : 207) berpendapat bahwa kata karier dapat
    dipandang dari dua perspektif yang berbeda, antara lain dari perspektif yang
    obyektif dan subyektif. Dipandang dari perspektif yang obyektif, karier
    merupakan urut-urutan posisi yang diduduki oleh seseorang selama hidupnya,
    sedangkan dari perspektif yang subyektif, karier merupakan perubahan-perubahan
    nilai, sikap, dan motivasi yang terjadi karena seseorang menjadi semakin tua.
    Kedua perspektif tersebut terfokus pada individu dan mengangap bahwa setiap
    individu memilki beberapa tingkatan pengendalian terhadap nasibnya sendiri
    sehinga individu tersebut dapat memanipulasi peluang untuk memaksimalkan
    keberhasilan dan kepuasan yang berasal dari kariernya.
    Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat dikatakan bahwa karier adalah
    merupakan serangkaian perubahan sikap, nilai dan perilaku serta motivasi yang
    terjadi pada setiap individu selama rentang waktu kehidupanya untuk menemukan
    secara jelas keahlian, tujuan karier dan kebutuhan untuk pengembangan,
    merencanakan tujuan karier, dan secara kontinyu mengevaluasi, merevisi dan
    meningkatkan rancanganya. Karier juga merupakan suatu proses kemitran
    interaksi dalam tahapan dan kerja sama antara organisasi/perusahan atau
    manajemen, atasan langsung dan individu itu sendiri.
    Pengembangan karier pegawai baik dari segi karier menurut
    (Moenir, 1993 :10), pengetahuan dan kemampuan dapat melalui empat cara,
    yaitu :
    1) Melalui pendidikan
    2) Melalui promosi
    3) Melalui perpindahan pegawai atau mutasi
    4) Rekomendasi atau dukungan dari atasan.
    Marwansyah (2012:24) mengemukakan bahwa sarana pengembangan karier
    meliputi keterampilan, pendidikan dan pengalaman serta teknik-teknik modifikasi
    dan perbaikan perilaku, yang memberikan nilai tambah sehinga memungkinkan
    seseorang untuk bekerja lebih baik. Metode yang lazim digunakan misalnya :
    penyuluhan karier, penyedian informasi tentang perusahan atau organisasi, sistem
    penilaian kinerja dan lokakarya
    Pengembangan karier menurut Andrew J. Fubrin dalam
    Mangkunegara (201:7) adalah aktivitas kepegawaian yang membantu
    pegawai-pegawai merencanakan karier masa depan mereka di organisasi, agar
    organisasi dan pegawai yang bersangkutan dapat mengembangkan diri
    secara maksimum. Pengembangan karier yang digunakan instansi/lembaga tidak
    terlepas dari perencanan karier. Setiap pegawai atau karyawan dalam organisasi
    sebelum mengembangkan kariernya harus mempunyai perencanan karier yang
    matang terlebih dahulu. Selain itu, juga harus mengetahui hal-hal yang
    mempengaruhi pengembangan karier.
    Menurut Marwansyah (2012:208) pengembangan karier adalah kegiatan-
    kegiatan pengembangan diri yang ditempuh oleh seseorang untuk mewujudkan
    rencana karier pribadinya. Sedangkan menurut Sunyoto (2012:164),
    pengembangan karier adalah peningkatan-peningkatan pribadi yang dilakukan
    seseorang untuk mencapai suatu rencana karier.
    Dari beberapa pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa
    fokus pengembangan karier adalah peningkatan kemampuan mental yang
    terjadi yang terjadi seiring penamabahan usia pegawai.
    Perkembangan kemampuan mental pegawai telah berlangsung selama seseorang
    menjadi pekerja pada sebuah organisasi yang terwujud melalui
    pelaksanan pekerjan yang menjadi tugas pokok dan fungsinya.
    Menurut Hastho dan Meilan dalam Sunyoto ( 2012:175) manajemen karier
    adalah proses pengelolan karier pegawai yang meliputi tahapan perencanan karier ,
    pengembangan dan konseling karier serta pengambilan keputusan karier.
    Sedangkan Henry Simamora dalam Sunyoto (2012:175) manajemen karier adalah
    proses bekelanjutan dari penyiapan , penerapan dan pemantauan rencana karier
    yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau seiring dengan sistem karier
    organisasi