Sigit (2003) menjelaskan beberapa faktor kompleks yang masuk dalam
persepsi di antaranya:
- Hallo Effect (pengaruh halo) ialah memberikan tambahan penilaian
(judgement) kepada seseorang atau sesuatu yang masih bertalian
dengan hasil persepsi yang telah dibuat. Halo effect juga dapat diartikan
adanya atau hadirnya sesuatu, sehingga kesimpulan yang dibuat tidak
murni. - Attribution (membuat atribusi), Atribusi mengacu pada bagaimana
orang menjelaskan penyebab perilaku orang lain atau dirinya sendiri.
Atribusi adalah proses kognitif di mana orang menarik kesimpulan
mengenai faktor yang mempengaruhi atau masuk akal terhadap perilaku
orang lain. Ada dua jenis atribusi yaitu atribusi disposisional, yang
menganggap perilaku seseorang berasal dari faktor internal seperti ciri
kepribadian, motivasi, atau kemampuan, dan atribusi situasional yang
menghubungkan perilaku seseorang dengan faktor eksternal seperti
peralatan atau pengaruh sosial dari orang lain. - Stereotyping (memberi stereotipe) ialah memberi sifat kepada seseorang
semata-mata atas dasar sifat yang ada pada kelompok, rasa tau bangsa
secara umum sebagaimana pernah didengar atau diketahui dari sumber
lain. Stereotipe menghubungkan ciri yang baik atau tidak baik pada
orang yang sedang dinilai, misalnya orang yang berasal dari pulau Bali
beragama Hindu, padahal belum tentu orang tersebut beragama hindu. - Projection (proyeksi) ialah suatu mekanisme meramal, apa yang akan
dilakukan oleh orang yang dipersepsi, dan sekaligus orang yang
mempersepsi itu melakukan persiapan pertahanan untuk melindungi
dirinya terhadap apa yang akan diperbuat orang yang dipersepsi
