Faktor Penentu Persepsi Dukungan Organisasi


Sigit (2003) menjelaskan beberapa faktor kompleks yang masuk dalam
persepsi di antaranya:

  1. Hallo Effect (pengaruh halo) ialah memberikan tambahan penilaian
    (judgement) kepada seseorang atau sesuatu yang masih bertalian
    dengan hasil persepsi yang telah dibuat. Halo effect juga dapat diartikan
    adanya atau hadirnya sesuatu, sehingga kesimpulan yang dibuat tidak
    murni.
  2. Attribution (membuat atribusi), Atribusi mengacu pada bagaimana
    orang menjelaskan penyebab perilaku orang lain atau dirinya sendiri.
    Atribusi adalah proses kognitif di mana orang menarik kesimpulan
    mengenai faktor yang mempengaruhi atau masuk akal terhadap perilaku
    orang lain. Ada dua jenis atribusi yaitu atribusi disposisional, yang
    menganggap perilaku seseorang berasal dari faktor internal seperti ciri
    kepribadian, motivasi, atau kemampuan, dan atribusi situasional yang
    menghubungkan perilaku seseorang dengan faktor eksternal seperti
    peralatan atau pengaruh sosial dari orang lain.
  3. Stereotyping (memberi stereotipe) ialah memberi sifat kepada seseorang
    semata-mata atas dasar sifat yang ada pada kelompok, rasa tau bangsa
    secara umum sebagaimana pernah didengar atau diketahui dari sumber
    lain. Stereotipe menghubungkan ciri yang baik atau tidak baik pada
    orang yang sedang dinilai, misalnya orang yang berasal dari pulau Bali
    beragama Hindu, padahal belum tentu orang tersebut beragama hindu.
  4. Projection (proyeksi) ialah suatu mekanisme meramal, apa yang akan
    dilakukan oleh orang yang dipersepsi, dan sekaligus orang yang
    mempersepsi itu melakukan persiapan pertahanan untuk melindungi
    dirinya terhadap apa yang akan diperbuat orang yang dipersepsi