Pengukuran Budaya Organisasi


Sinambela, Iqbal, dan Sinambela (2018:564) dalam
“International journal of economic research,” budaya organisasi
adalah:
1) The dimensions of individual initiative indicators: the level of
creativity, the independence of the individual in developing his
duties.
2) Dimension dimensional tolerance of risk behavior indicators:
aggressive, innovative, risk taking, and then
3) The dimension of integration indicators: the level of
cooperation and coordinations, and
4) The dimensions of the control indicators: regulation and
supervision provided directly by the leadership and control of
the leadership.
Soekanto dalam Busro (2018:2) medefinisikan “budaya
sistem nilai yang dianut seorang pendukung budaya tersebut yang
mencakup konsepsi abstrak tentang baik dan buruk, benar dan
salah.” Atau, secara intuisi nilai yang dianut oleh suatu organisasi
yang diadopsi dari organisasi lain baik melalui reinventing maupun
re-organizing. Alcazar et al dalam Sinambela (2018:564)
mengungkapkan beberapa dimensi yang membedakan tingkat
budaya organisasi.
1) Individual inisiative, yaitu tingkat kreativitas, inisiatif atau
ketidak tergantungan (independensi) individu dalam
mengembangkan tugas – tugasnya dalam organisasi.
2) Risk tolerance yaitu sejauh mana para pegawai (pegawai)
dianjurkan untuk bertindak agresif, inovatif dan berani
mlengambil resiko.
3) Direction, yaitu arah yang diinginkan organisasi dengan
menciptakan atau menentukan tujuan atau sasaran secara jelas
dan harapan untuk mencapai prestasi.
4) Integration, yaitu tingkat kerja sama antar unit atau sejauh
mana koordinasi yang dilakukan untuk mendorong unit – unit
atau bagian – bagian dalam organisasi agar bekerja sama
dalam melaksanakan tugasnya.
5) Management support, yaitu tingkat dukungan dari manajemen
dalam arti sejauh mana para manajer memberikan motivasi,
mengadakan komunikasi yang jelas, bantuan serta dukungan
terhadap bawahan.
6) Control, yaitu aturan – aturan dan pengawasan yang langsung
dilakukan para pimpinan organisasi; dan pengendalian perilaku
bawahannya.
7) Identity, yaitu tingkat rasa bangga dari tiap individu atau
sejauh mana paara anggota organisasi yang bersangkutan
mengidentifikasikan dirinya secara keseluruhan dengan
organisasinya, daripada dengan kelompok kerja tertentu
ataupun dengan bidang keahlian professional yang dimilikinya.
8) Reward System, yaitu tingkat alokasi imbalan yang diberikan
pada para pegawai yang didasarkan pada kriteria prestasinya,
bukan didasarkan sistem senioritas, pilih kasih dan sebagainya.
9) Conflict Tolerance, yaitu sejauh mana tingkat dorongan
terhadap pegawai untuk mngemukakan konflik dan kritik
secara terbuka.
10) Communication Patterns yaitu pola komunikasi yang ada
dalam organisasi atau sejauh mana tingkat komunikasi
organisasi dibatasi oleh hierarchy kewenangan yang formal