Faktor yang Mempengaruhi Job Crafting


Menurut Tims et al., (2012), menemukan beberapa faktor yang
mempengaruhi job crafting yaitu :
1 Person job fit
Yaitu Dengan kata lain, kesesuaian antara karakter karyawan dengan
pekerjaannya Dua faktor yang dapat mempengaruhi bagaimana karyawan
menyesuaikan diri dengan pekerjaannya: penyesuaian antara pengetahuan,
keterampilan, dan kemampuan untuk memahami tuntutan pekerjaan, dan
kesesuaian antara kebutuhan dan keinginan untuk pekerjaan tersebut.
2 Autonomy
Kemandirian diri pada pekerjaan penting untuk menentukan
karakter bekerja serta sejauh mana orang mengelola pekerjaan yang sesuai,
seperti memiliki kesempatan untuk membuat keputusan, mengatur jadwal,
dan memilih cara untuk menyelesaikan tugas. Karyawan dapat mencoba
mengubah beberapa aspek pekerjaan jika mereka merasa tidak memiliki
kebebasan atau kesempatan untuk mengubah kondisi pekerjaan. Adanya
kesempatan ini akan memberi karyawan lebih banyak kesempatan untuk
melakukan yang terbaik dari pekerjaan.
3 Task Independence
Job crafting akan lebih mungkin terjadi ketika karyawan
menunjukan performa dalam tugasnya secara sendiri
4 Individual Differences
Setiap orang pasti memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk
memiliki karakteristik diri, seseorang karyawan harus memahami
kebutuhannya dan menjadi independen. Untuk dapat menciptakan
pekerjaan pembuatan.
5 Proactive Personality
Karyawan yang proaktif diharapkan mampu terlibat dalam
pembuatan pekerjaan dan lebih siap daripada karyawan yang memiliki
karakteristik yang disebutkan sebelumnya. Peluang untuk merubah identitas
telah ada bagiyang me miliki inisiatif untuk memperbaiki keadaan; yang
tinggal adalah tindakan dan ketekunan yang akan membawa orang tersebut
untuk memahami perubahan tersebut.
6 Self Efficacy
Kepercayaan diri terhadap kemampuan akan mendorong karyawan
untuk terlibat dalam pekerjaan atau mengubah lingkungan kerja, yang
berdampak pada bagaimana membuat pekerjaan. Karyawan yang memiliki
kepercayaan diri tinggi merasa mampu dan berani membuat pilihan yang
menguntungkan.
7 Focus regulation atau self regulasi
Menurut teori fokus relasi, dapat membuat fokus pengembangan
pada kemajuan, pertumbuhan, dan prestasi dengan memperhatikan
keamanan, keselamatan, dan tanggung jawabnya. Mampu mengelola diri
dengan baik sehingga akan mempertimbangkan semua aspek dan batasan
yang mungkin dihadapi sebagai individu dan sebagai karyawan