Komponen kesejahteraan subjektif


Menurut Diener (dalam Mujamiasih, 2013) kesejahteraan subjektif terbagi
dalam dua komponen umum, yaitu:

  1. Komponen kognitif
    Komponen kognitif adalah evaluasi dari kepuasan hidup, yang
    didefinisikan sebagai penilaian dari hidup seseorang. Evaluasi
    terhadap kepuasan hidup dapat dibagi menjadi:
    a. Evaluasi terhadap kepuasaan hidup secara global (life satisfaction),
    yaitu evaluasi responden terhadap kehidupannya secara
    menyeluruh. Kepuasan hidup secara global dimaksudkan untuk
    mempresentasikan penilaian responden secara umum dan reflektif
    terhadap kehidupannya. Secara lebih spesifik, kepuasan hidup
    secara global melibatkan persepsi seseorang terhadap perbandingan
    keadaan hidupnya dengan standard unik yang mereka punyai.
    b. Evaluasi terhadap kepuasan pada domain tertentu, adalah penilaian
    yang dibuat sesorang dalam mengevaluasi domain dalam
    kehidupannya, seperti kesehatan fisik dan mental, pekerjaan,
    rekreasi, hubungan sosial dan keluarga.
    Kedua komponen tersebut tidak sepenuhnya terpisah. Evaluasi
    terhadap kepuasan hidup secara global merupakan refleksi dari
    persepsi seseorang terhadap hal-hal yang ada dalam hidupnya,
    ditambah dengan bagaimana kultur mempengaruhi pandangan hidup
    yang positif dari seseorang.
  2. Komponen aktif
    Secara umum, komponen aktif kesejahteraan subjektif merefleksikan
    pengalaman dasar dalam peristiwa yang terjadi di dalam hidup
    seseorang. Dengan meneliti tipe-tipe dari reaksi afektif yang ada
    seorang peneliti dapat memahami cara seseorang mengevaluasi
    kondisi dan peristiwa di dalam hidupnya. Komponen afektif
    kesejahteraan subjektif dapat dibagi menjadi:
    a. Afek positif (positive affect)
    Afek positif mempresentasikan mood dan emosi yang
    menyenangkan seperti kasih sayang. Emosi positif atau
    menyenangkan adalah bagian dari kesejahteraan subjektif karena
    emosi-emosi tersebut merefleksikan reaksi seseorang terhadap
    peristiwa-peristiwa yang menunjukkan bahwa hidup berjalan
    sesuai dengan apa yang ia inginkan. Afek positif terlihat dari
    emosi-emosi spesifik seperti tertarik atau berminat akan sesuatu
    (interested), gembira (excited), kuat (strong), antusias
    (enthusiastic), waspada atau siap siaga (alert), bangga (proud),
    bersemangat (inspired), penuh tekad (determined), penuh
    perhatian (attentive), dan aktif (active).
    b. Afek negatif (negatif affect)
    Afek negatif adalah pravelensi dari emosi dan mood yang tidak
    menyenangkan dan merefleksikan respon negatif yang dialami
    seseorang sebagai reaksinya terhadap kehidupan, kesehatan,
    keadaan, dan peristiwa yang mereka alami. Afek negatif terlihat
    dari emosi-emosi spesifik seperti sedih atau susah (distressed),
    kecewa (disappointed), bersalah (guilty), takut (scared),
    bermusuhan (hostile), lekas marah (irritable), malu (shamed),
    gelisah (nervous), gugup (jittery), khawatir (afraid)
    Dapat disimpulkan bahwa terdapat dua komponen yang ada
    dalam kesejahteraan subjektif yaitu komponen kognitif dan
    komponen aktif, dimana komponen kognitif ini berfungsi sebagai
    proses pengevaluasin dari kepuasan hidup, sedangkan komponen
    aktif yaitu berupa pemberian refleksi pengalaman dasar dalam
    peristiwa yang terjadi di kehidupan seseorang