Faktor yang Mempengaruhi kesejahteraan subjektif


Menurut Pavot dan Diener (dalam Mujamiasih, 2013) Faktor faktor
yang mempengaruhi kesejahteraan subjektif adalah sebagai berikut:

  1. Perangai/watak
    Perangai biasanya diinterpretasikan sebagai sifat dasar dan universal
    dari kepribadian, dianggap menjadi yang paling dapat diturunkan, dan
    ditunjukkan sebagai faktor yang stabil di dalam kepribadian
    seseorang.
  2. Sifat
    Sifat ekstrovert berada pada tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi
    karena mempunyai kepekaan yang lebih besar terhadap imbalan yang
    positif atau mempunyai reaksi yang lebih kuat terhadap peristiwa yang
    menyenangkan.
  3. Karakter pribadi lain
    Karakter pribadi lain seperti optimisme dan percaya diri berhubungan
    dengan subjective well-being. Orang yang lebih optimis tentang masa
    depannya dilaporkan merasa lebih bahagia dan puas atas hidupnya
    dibandingkan dengan orang pesimis yang mudah menyerah dan putus
    asa jika suatu hal terjadi tidak sesuai dengan keinginannya.
    20
  4. Hubungan sosial
    Hubungan yang positif dengan orang lain berkaitan dengan subjective
    well-being, karena dengan adanya hubungan yang positif tersebut
    akan mendapat dukungan sosial dan kedekatan emosional. Pada
    dasarnya kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain merupakan
    suatu kebutuhan bawaan.
  5. Pendapatan
    Dari survei diketahui, 96 persen orang mengakui bahwa kepuasan
    hidup bertambah seiring meningkatnya pendapatan pribadi maupun
    negara bersangkutan. Meski begitu, ketimbang uang, perasaan bahagia
    lebih banyak dipengaruhi faktor lain seperti merasa dihormati,
    kemandirian, keberadaaan teman serta memiliki pekerjaan yang
    memuaskan.
  6. Pengangguran
    Adanya masa pengangguran dapat menyebabkan berkurangnya
    subjective well-being, walaupun akhirnya orang tersebut dapat bekerja
    kembali. Pengangguran adalah penyebab besar adanya
    ketidakbahagiaan, namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua
    pengangguran mengalami ketidakbahagiaan.
  7. Pengaruh sosial/budaya
    Pengaruh masyarakat bahwa perbedaan kesejahteraan subjektif dapat
    timbul karena perbedaan kekayaan Negara. Ia menerangkan lebih
    lanjut bahwa kekayaan Negara dapat menimbulkan kesejahteraan
    subjektif yang tinggi karena biasanya Negara yang kaya menghargai
    hak asasi manusia, memungkinkan orang yang hidup disitu untuk
    berumur panjang dan memberikan demokrasi