Menurut Djamarah (1994) ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses
hasil belajar, antara lain :
- Faktor lingkungan
Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan mahasiswa, lingkungan tempat
mahasiswa hidup dan berinteraksi. Lingkungan dibagi menjadi dua bagian ;
a. Lingkungan alami
Lingkungan hidup adalah lingkungan tempat tinggal mahasiswa hidup dan
berusaha didalamnya, kondisi lingkungan yang baik dan nyaman dapat
membuat mahasiswa lebih baik dala proses belajar.
b. Lingkungan sosial budaya
Mahasiswa merupakan bagian dari anggota masyarakat, mahasiswa tidak
bisa melepaskan diri dari ikatan sosial, susila dan norma-norma hukum
yang berlaku dimasyarakat. - Faktor instrumental
Setiap universitas memiliki tujuan yang akan dicapai, dalam rangka mencapai
tujuan tersebut dan untuk memudahkannya diperlukan sejumlah prangkat
kelengkapan dalam berbagai bentuk dan jenis diantaranya, kurikulum,
program pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan dan dosen. - Kondisi fisiologis
Kondisi fisiologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap kemampuan
belajar seseorang. Kondisi jasmani yang sehat sangat berpengaruh terhadap
proses belajar dan beraktivitas. - Kondisi psikologis
Kondisi psikologis juga menjadi bagian penting yang dapat mempengaruhi
mahasiswa dalam proses belajar diantaranya minat, kecerdasan, bakat,
motivasi, kemampuan kognitif.
Minat merupakan ketertarikan individu terhadap sesuatu hal, sedangkan
kecerdasan lebih berorientasi kepada tingkat intelegensi yang dimiliki individu,
sedangkan bakat sendiri merupakan kemampuan bawaan yang dibawa pada
masing-masing individu, selanjutnya motivasi merupakan dorongan yang
membuat individu melakukan sesuatu tindakan dan kemampuan kognitif yaitu
kemampuan individu untuk dapat mengolah setiap informasi yang dimiliki baik
pengetahuan dari luar maupun pengetahuan terhadap diri dalam hal ini self-
efficacy dan optimisme individu, serta sejauh mana individu dapat mampu
mengambil keputusan dalam tindakan berdasarkan informasi yang telah diperoleh.
Lebih lanjut self-efficacy dan optimisme merupakan kemampuan kognitif
pada diri mahasiswa yang mampu menilai dan mengolah informasi yang telah
diperoleh dalam mencapai sebuah tujuan. Selanjutnya hal ini dapat memberikan
motivasi kepada mahasiswa untuk dapat bertindak dalam mewujudkan sebuah
pencapaian yang diinginkan
