Tahapan proses pembelian

Dilihat secara umum bahwa konsumen memiliki 5 (lima) tahap
28
untuk mencapai suatu keputusan pembelian dan hasilnya (Kotler dan Keller,
2012), yaitu:

  1. Tahapan Pengenalan Masalah. Pada tahap ini konsumen mengenali
    sebuah kebutuhan, keinginan atau masalah. Kebutuhan pada dasarnya
    dapat di cetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Perusahaan
    harus menentukan kebutuhan, keinginan atau masalah mana yang
    mendorong konsumen memulai proses membeli suatu produk.
  2. Tahapan Pencarian Informasi. Konsumen yang terangsang
    kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi- informasi yang
    lebih banyak. Sumber-sumber informasi konsumen terbagi dalam 4
    (empat) kelompok yaitu:
    a. Sumber Pribadi. Sumber Pribadi ini di dapat konsumen melalui
    keluarga, teman, dan kenalan atau tetangga.
    b. Sumber Komersial. Sumber Komersial ini di dapat konsumen
    melalui iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan di toko.
    c. Sumber Publik. Sumber Publik ini di dapat konsumen melalui
    media masa, organisasi penentu peringkat konsumen atau lembaga
    konsumen.
    d. Sumber Pengalaman. Sumber Pengalaman ini di dapat konsumen
    melalui penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.
  3. Tahapan Evaluasi Alternatif atau Pilihan. Setelah mengumpulkan
    informasi sebuah merek, konsumen akan melakukan evaluasi alternatif
    terhadap beberapa merek yang menghasilkan produk yang sama dan
    bagaimana konsumen memilih di antara produk-produk alternatif.
  4. Tahapan Keputusan Pembelian. Konsumen akan mengembangkan
    sebuah keyakinan atas merek dan tentang posisi tiap merek
    berdasarkan masing-masing atribut yang berujung pada pembentukan
    citra produk. Selain itu, pada evaluasi alternatif konsumen juga
    membentuk sebuah prefensi atas produk-produk yang ada dalam
    kumpulan pribadi dan konsumen juga akan membentuk niat untuk
    membeli merek yang paling di sukai dan berujung pada keputusan
    pembelian.
  5. Tahapan Perilaku Pasca Pembelian. Tugas perusahaan pada dasarnya
    tidak hanya berakhir setelah konsumen membeli produk yang di
    hasilkan saja, tetapi yang harus diperhatikan lebih lanjut adalah
    meneliti dan memonitor apakah konsumen akan mengalami tingkat
    kepuasan dan ketidakpuasan setelah menggunakan produk yang akan
    dibeli. Tugas tersebut merupakan tugas akhir setelah periode sesudah
    pembelian.
    Keputusan pembelian menurut Schiffman, Kanuk (2009) adalah
    pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian.
    Artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan, haruslah tersedia
    beberapa alternatif pilihan. Keputusan untuk membeli dapat mengarah
    kepada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut itu
    dilakukan. Bentuk proses pengambilan keputusan tersebut dapat
    digolongkan sebagai berikut:
  6. Fully Planned Purchase, dimana baik produk dan merek sudah
    dipilih sebelumnya. Biasanya terjadi ketika ada keterlibatan dengan
    produk tinggi (barang otomotif), namun bisa juga terjadi dengan
    keterlibatan pembelian yang rendah (barang kebutuhan rumah
    tangga)
  7. Partially Planned Purchase, dimana konsumen bermaksud untuk
    membeli produk yang sudah ada tetapi pemilihan merek ditunda
    sampai saat pembelajaran. Keputusan akhir dapat dipengaruhi oleh
    diskon harga atau display produk
  8. Unplanned Purchase, dimana produk ataupun merek dipilih pada
    saat berada di tempat pembelian. Konsumen sering memanfaatkan
    katalog dan produk pajangan sebagai pengganti daftar belanja.
    Dengan kata lain, sebuah pajangan dapat mengingatkan seseorang
    akan kebutuhan dan memicu pembelian