Menurut Azjen (2013) Theory of Planned Behavior (TPB) memiliki
dasar pada asumsi manusia berperilaku dengan menghitungkan informasi
yang ada dan secara eksplisit maupun implisit mempertimbangkan akibat
dari tindakan mereka. Teori ini memiliki pondasi terhadap perpektif
kepercayaan yang mampu mempengaruhi
seseorang untuk melaksanakan tingkah laku yang spesifik.
Perpektif kepercayaan dilaksanakan melalui penggabungan beraneka
ragam karakteristik, kualitas dan atribut atas informasi tertentu kemudian
membentuk kehendak dalam bertingkah laku (Ajzen,2013). Niat dan
perilaku dalam teori ini merupakan fungsi dari tiga determinan dasar, yaitu
satu sifat pribadi, satu akibat pengaruh sosial, dan yang terakhir berkaitan
dengan masalah control. Determinan pertama yang menyangkut sifat
pribadi adalah faktor sikap (attitude) yang merupakan pandangan individu
terhadap suatu perilaku, yang kedua adalah dorongan serta tekanan sosial
orang-orang di sekitar untuk melakukan atau tidak melakukan suatu
perilaku determinan kedua ini di sebut juga dengan norma subjektif
(subjektive norm) dikarenakan berhubungan dengan pengaruh normative
yang dirasakan. Determinan ketiga dari niat adalah kemampuan menilai
tinggi diri sendiri, atau disebut persepsi kontrol perilaku (perceived
behavioral control) Ajzen (2013) menyatakan bahwa niat diasumsikan untuk
menangkap motivasi untuk melakukan sesuatu. Niat tersebut sendiri juga
merupakan faktor mengidentifikasi seberapa besar kemauan, usaha serta
upaya untuk melakukan suatu perilaku. Semakin tinggi niat seseorang,
maka akan semakin besar kemungkinan perilaku yang akan dilakukan
berada dalam kehendak dan kendali perilaku tersebut. Menurut Ajzen
(2010) melalui Theory of Planned Behavior (TPB) yang dikemukannya,
menjelaskan bahwa intense (niat) adalah fungsi dari 3 determinan dasar,
yaitu :
Persepsi Pengendalian Perilaku (perceived behavioral control),
merupakan keyakinan tentang keberadaan hal-hal yang mendukung atau
menghambat perilaku yang akan ditampilkan dan persepsinya tentang
seberapa kuat hal-hal yang mendukung dan menghambat perilakunya
tersebut (perceived power)
Sikap Berperilaku (attitude to ward the behavior), merupakan keyakinan
individu akan hasil dari suatu perilaku dan evaluasi atas hasiltersebut.
Norma Subjektif (subjective norm), merupakan keyakinan tentang
harapan normative orang lain dan motivasi untuk memenuhi harapan
tersebut.
