Influencer


Influencer adalah seorang atau figure dalam kehidupan yang memiliki
jumlah pengikut yang banyak atau signifikan di media sosial dan sesuatu yang
mereka sampaikan dapat mempengaruhi para pengikutnya (Hariyanti & Wipraja,
2019). Influencer bisa dikatakan sebagai genre baru dalam dunia selebriti, yakni
seseorang yang mendapatkan popularitas dan memiliki pengaruh melalui berbagai
konten (video, foto, atau kata-kata) di seluruh platform media sosial (Hayman et
al., 2023). Influencer dapat melakukan proses transfer makna yang merangsang
minat dan mempengaruhi sikap konsumen terhadap produk atau merek dan
pembelian (Magano et al., 2022). Menurut Pratiwi & Patrikha (2021), influencer
ialah seseorang atau tokoh yang berada dalam media sosial dan mempunyai
beberapa anggota followers yang berlimpah. Para influencer juga disebut sebagai
opinion leader yang dapat membangun kesadaran tertentu bagi para pengikutnya
melalui media sosial (Meifitri, 2020). Istilah beauty influencer pun hadir seiring
dengan meningkatnya kesadaran wanita dalam dunia kecantikan. Beauty
influencer merupakan influencer yang menyajikan konten kecantikan mulai dari
tutorial merias wajah, tips merawat kulit, mengulas produk kecantikan, hingga
vlog mengenai kehidupan pribadi (Haerunissa et al., 2019).
Seorang influencer harus memiliki kredibilitas dan pemahaman yang baik
terkait produk dari brand yang dipromosikan, selain dari menarik perhatian orang.
Kredibilitas merupakan suatu persepsi tentang bagaimana seseorang memiliki
keahlian tertentu dan pesan yang disampaikan dapat dipercaya oleh penerima atau
konsumen (Prayoga & Artanti, 2021). Credibility merupakan kejujuran dan
kepercayaan yang dimiliki dalam membuat konten iklan dan sama seperti yang
dipersepsikan oleh konsumen (Wilopo, 2021). Kredibilitas yang tinggi akan
mempermudah influencer dalam melakukan komunikasi pemasaran produk atau
merek (Alexander et al., 2020). Kredibilitas influencer terdiri dari tiga dimensi
yang mempengaruhi pesan untuk dapat diyakini dan mempunyai daya persuasi.
Menurut Ohanian (1990) dalam Geraldine & Candraningrum (2020)
mengembangkan kredibilitas menjadi tiga dimensi, yaitu attractiveness (daya
tarik), trustworthiness (kepercayaan), dan expertise (keahlian). Selanjutnya dia
menjelaskan bahwa ketiga dimensi tersebut, baik secara mandiri atau bersama-
sama, mempunyai kontribusi dalam mempengaruhi sikap audien terhadap iklan
dan niat beli.