Indikator Job Insecurity


Ashford (dalam Halungunan, 2015:28) mengembangkan pengukuran dari
konsep job insecurity yang dikemukakan oleh Greenhalgh dan Rosenblatt dan
menyatakan bahwa indikator job insecurity adalah:
a. Arti pekerjaan itu bagi individu. Seberapa penting aspek kerja tersebut bagi
individu mempengaruhi tingkat insecure atau rasa tidak amannya dalam
bekerja. Seberapa penting karyawan menganggap bagian-bagian (aspek)
pekerjaan seperti gaji, jabatan, promosi, dan lingkungan kerja yang nyaman
dapat mempengaruhi tingkat keamanan dan kenyamanan individu dalam
menjalankan pekerjaan. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa aspek ini
sebagai arti penting aspek kerja bagi karyawan.
b. Tingkat ancaman yang dirasakan karyawan mengenai aspek-aspek pekerjaan
seperti kemungkinan untuk mendapat promosi, mempertahankan tingkat upah
yang sekarang, atau memperoleh kenaikan upah. Individu yang menilai aspek
kerja tertentu yang terancam (terdapat kemungkinan aspek kerja tersebut akan
hilang) akan lebih gelisah dan merasa tidak berdaya. Seberapa besar
kemungkinan yang dirasakan karyawan terhadap perubahan (kejadian negatif)
yang mengancam bagian-bagian (aspek) pekerjaan. Berdasarkan uraian
tersebut maka dengan kata lain dapat dikatakan bahwa aspek ini adalah
kemungkinan perubahan negatif pada bagian-bagian (aspek) kerja.
c. Tingkat ancaman kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang secara
negatif mempengaruhi keseluruhan kerja individu, misalnya dipecat atau
dipindahkan ke kantor cabang yang lain. Dengan kata lain dapat dikatakan arti
penting keseluruhan kerja bagi karyawan.
d. Tingkat kepentingan-kepentingan yang dirasakan individu mengenai potensi
setiap peristiwa tersebut. Seperti tingkat kekhawatiran individu untuk tidak
mendapatkan promosi atau menjadi karyawan tetap dalam suatu perusahaan.
Seberapa besar kemungkinan perubahan negatif pada keseluruhan kerja yang
dirasakan karyawan dalam keadaan terancam.
e. Ketidakberdayaan (powerlessness) yaitu ketidakmampuan individu untuk
mencegah munculnya ancaman yang berpengaruh terhadap aspek-aspek
pekerjaan dan pekerjaan secara keseluruhan yang teridentifikasi pada empat
komponen sebelumnya