Faktor-faktor yang Mempengaruhi Job Insecurity


Job insecurity dapat terjadi jika dipengaruhi oleh beberapa
faktor. Menurut Greenhalgh dan Rosenblatt (2010) faktor-faktor
tersebut adalah :
a) Kondisi lingkungan dan organisasional, contohnya
seperti komunikasi organisasi dan perubahan organisasi.
Perubahan organisasi dapat memicu timbulnya job
insecurity pada diri karyawan karena karyawan akan
mencoba untuk beradaptasi kembali dengan kondisi
perusahaan yang berubah. Contohnya seperti
dilakukannya restrukturasi atau merger yang dilakukan
oleh perusahaan.
b) Karakteristik individual atau jabatan seperti umur, jenis
kelamin, pendidikan, status ekonomi dan sosial,
pengalaman kerja di organisasi sebelumnya, dan posisi
pada perusahaan. Karakteristik individu dan jabatan
dapat menyebabkan job insecurity karena semakin
tingginya jabatan karyawan maka semakin kecil
kemungkinan karyawan tersebut merasakan job
insecurity. Ketika seorang karyawan memiliki jabatan
penting yang sangat berpengaruh di perusahaan,
kemungkinan karyawan tersebut untuk dideportasi dari
perusahaan sangatlah kecil hal tersebut berbeda dengan
karyawan yang hanya menduduki sebagai karyawan tetap
ataupun kontrak yang jabatannya tidak berpengaruh
besar terhadap perusahaan, tetapi jabatannya sangat
bergantung pada kinerja karyawa tersebut, maka
karyawan tersebut memiliki peluang yang besar untuk
dideportasi dari perusahaan ketika perusahaan menilai
bahwa kinerjanya buruk, sehingga karyawan yang
mengalami hal tersebut tingkat job insecurity yang
dirasakan tinggi dibandingkan dengan karyawan yang
memiliki jabatan lebih tinggi.
c) Karakteristik personal karyawan contohnya yaitu rasa
kebersamaan yang dirasakan oleh antar karyawan di
dalam perusahaan tersebut. Apabila rasa kebersamaan
yang dirasakan antar karyawan sangat baik maka hal
tersebut akan menyebabkan kenyamanan yang dirasakan
oleh masing-masing individu akan meningkat, sehingga
hal tersebut dapat menurunkan tingkat job insecurity
yang dirasakan oleh karyawan.
Burchell (1999) menyatakan bahwa job insecurity
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
a) Faktor subyektif adalah faktor yang berhubungan dengan
konsekuensi dari pemutusan hubungan kerja, contohnya
seperti kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan yang
baru dan menemukan karakteristik dari pekerjaan
barunya, sehingga karyawan tersebut juga mendapatkan
pengalaman menjadi pengangguran.
b) Faktor obyektif adalah faktor yang berkaitan dengan
stabilitas pekerjaan, stabilitas masa kerja, tingkat retensi
atau daya tahan kerja yang dimiliki oleh karyawan.
Ketika pekerjaan dan masa kerja yang dimiliki karyawan
stabil maka hal tersebut dapat menurunkan tingkat job
insecurity yang dirasakan karyawan tersebut, serta ketika
karyawan mendapatkan tekanan dalam beban kerja yang
diberikan kepadanya tetapi karyawan tersebut memiliki
daya tahan kerja yang tinggi, maka tingkat job insecurity
yang dirasakan oleh karyawan tersebut rendah