Seorang manajer harus mempunyai berbagai cara untuk memastikan bahwa
semua fungsi manajemen dilaksanakan dengan baik. Hal ini dapat diketahui
melalui proses kontrol atau pengawasan. Hasibuan (2014) mengemukakan bahwa
cara-cara pengawasan dilakukan sebagai berikut :
1). Pengawasan Langsung
Pengawasan langsung adalah pengawasan yang dilakukan sendiri secara
langsung oleh seorang manajer. Manajer memeriksa pekerjaan yang sedang
dilakukan bawahan untuk mengetahui apakah dikerjakan dengan benar dan
hasil-hasilnya sesuai dengan yang dikehendakinya. Cara ini mempunyai
kebaikan dan keburukan.
a. Kelebihannya adalah :
1) Jika ada kesalahan dapat diketahui sedini mungkin, sehingga perbaikannya
dilakukan dengan cepat.
2) Akan terjadi kontak langsung antara bawahan dan atasan, sehingga
memperdekat hubungan antara atasan dan bawahannya.
3) Akan memberikan kepuasan tersendiri bagi bawahan, karena merasa
diperhatikan oleh atasannya.
4) Akan tertampung sumbangan pikiran dari bawahan yang mungkin bisa
berguna bagi kebijaksanaan selanjutnya.
b. Kelemahannya adalah :
1) Waktu seorang manajer banyak tersita, sehingga waktu untuk pekerjaan
lainnya berkurang, misalnya perencanaan dan lain-lainnya.
2) Mengurangi inisiatif bawahan, karena bawahan merasa bahwa atasannya
selalu mengamati mereka.
3) Ongkos semakin besar karena adanya biaya perjalanan.
Pengawasan langsung ini dapat dilakukan dengan cara inspeksi langsung,
observasi ditempat (on the spot observation) dan laporan ditempat (on the spot
report). Manager yang mempunyai tugas komplek tidak mungkin melakukan
pengawasan langsung sebanyak mungkin, maka untuk tugas pengawasan ini
biasanya dilakukan dengan tidak langsung.
- Pengawasan Tidak Langsung
Pengawasan tidak langsung adalah pengawasan jarak jauh, artinya dengan
melalui laporan yang diberikan oleh bawahan. Laporan ini dapat berupa lisan atau
tulisan tentang pelaksanaan pekerjaan dan hasil-hasil yang telah dicapai.
a. Kelebihannya adalah :
1) Waktu manajer untuk mengerjakan tugas-tugas lainnya semakin banyak,
misalnya perencanaan, kebijaksanaan, dan lain-lainnya.
2) Biaya pengawasan relatif kecil.
3) Memberikan kesempatan inisiatif bawahan berkembang dalam
melaksanakan pekerjaan.
b. Kelemahannya adalah :
1) Laporan kadang-kadang kurang objektif, karena ada kecenderungan untuk
yang melaporkan yang baik-baik saja.
2) Jika ada kesalahan-kesalahan terlambat mengetahuinya, sehingga
perbaikannya pun juga terlambat.
3) Kurang menciptakan hubungan-hubungan antara atasan dan bawahan. - Pengawasan Berdasarkan Kekecualian
Pengawasan berdasarkan kekecualian adalah pengawasan yang dikhususkan
untuk kesalahan-kesalahan yang luar biasa dari hasil atau standar yang
diharapkan. Pengawasan semacam ini dilakukan dengan cara kombinasi langsung
dan tidak langsung oleh manajer.
