Ada beberapa karakteristik pengawasan yang efektif menurut Sarwoto
(2010:28) yaitu :
- Adanya unsur keakuratan, dimana data dapat dijadikan pedoman dan valid.
- Tepat waktu, yaitu dikumpulkan, disimpulkan, di evaluasi dan dilakukan
kegiatan perbaikan. - Objektif dan menyeluruh, dalam arti mudah dipahami.
- Terpusat dengan merumuskan pada bidang-bidang penyimpangan yang paling
sering terjadi. - Realisasi secara ekonomis, dimana biaya sistim pengawasan harus lebih rendah
atau sama dengan kegunaan yang didapat. - Realisasi secara organisasional, yaitu sesuai dengan kenyataan yang ada
diorganisasi. - Terkoordinasi dengan aliran kerja, karena menimbulkan sukses atau gagal
oprasi serta harus sampai pada karyawan yang memerlukannya. - Fleksibel, harus dapat disesuaikan dengan situasi yang dihadapi, sehingga tidak
harus membuat sistim baru apabila terjadi perubahan kondisi. - Sebagai petunjuk dan operasional, dimana harus dapat menunjukan deviasis
standar sehingga dapat menentukan koreksi yang akan diambil. - Diterima para anggota organisasi, melakukan pelaksanaan kerja anggota
organisasi dengan mendorong peranan otonomi, tanggung jawab dan prestasi
