Penelitian dari Spector (Priansa, 2016:298) ia menyatakan bahwa kepuasan
kerja berkaitan dengan bagaimana perasaan pegawai terhadap pekerjaannya dan
terhadap berbagai macam aspek dari pekerjaan tersebut, sehingga kepuasan kerja
sangat berkaitan dengan sejauh mana pegawai puas atau tidak puas dengan
pekerjaannya. Dan ia dapat mengidentifikasikan aspek kepuasan kerja yaitu:
1). Gaji
Aspek ini mengukur kepuasan pegawai sehubungan dengan gaji yang
diterimanya dan adanya kenaikan gaji, yaitu besarnya gaji yang diterima sesuai
dengan tingkat yang dianggap sepadan. Upah dan gaji memang mempunyai
pengaruh terhadap kepuasan kerja. Upah dan gaji juga menggambarkan berbagai
dimensi dari kepuasan kerja. Pegawai memandang gaji sebagai hak yang harus
diterimanya atas kewajiban yang sudah dilaksanakannya.
2). Promosi
Aspek ini mengukur sejauh mana kepuasan pegawai sehubungan dengan
kebijaksanaan promosi dan kesempatan untuk mendapatkan promosi. Promosi
atau kesempatan untuk meningkatkan karier juga memberikan pengaruh terhadap
kepuasan kerja pegawai.
Pegawai akan melihat apakah organisasi memberikan kesempatan yang sama
kepada setiap pegawainya untuk mendapatkan kenaikan jabatan ataukah hanya
diperuntukkan bagi sebagian orang saja. Kebijkasanaan promosi ini harus
dilakukan secara adil, yaitu setiap pegawai yang melakukan pekerjaan dengan
baik mempunyai kesempatan yang sama untuk promosi.
3). Supervisi (hubungan dengan atasan)
Aspek ini mengukur kepuasan kerja seseorang terhadap atasannya. Pegawai
lebih menyukai bekerja dengan atasan yang bersikap mendukung, penuh
perhatian, hangat dan bersahabat, memberi pujian atas kinerja yang baik dari
bawahan, mendengar pendapat dari bawahan, dan memusatkan perhatian kepada
pegawai (employed centered) dari pada bekerja dengan pimpinan yang bersifat
acuh tak acuh, kasar, dan memusatkan dirinya kepada pekerjaan (job centered).
4). Tunjangan Tambahan
Aspek ini mengukur sejauhmana individu merasa puas terhadap tunjangan
tambahan yang diterimanya dari organisasi. Tunjangan tambahan diberikan
kepada pegawai secara adil dan sebanding.
5). Penghargaan
Aspek ini mengukur sejauhmana individu merasa puas terhadap penghargaan
yang diberikan berdasarkan hasil kerja. Setiap individu ingin usaha, kerja keras,
dan pengabdian yang dilakukannya untuk kemajuan organisasi dapat dihargai
dengan semestinya.
6). Prosedur dan Peraturan Kerja
Aspek ini mengukur kepuasan sehubungan dengan prosedur dan peraturan di
tempat kerja. Hal-hal yang berhubungan dengan prosedur dan peraturan di tempat
kerja mempengaruhi kepuasan kerja seorang individu, seperti birokrasi dan beban
kerja.
7). Rekan kerja
Aspek ini mengukur kepuasan kerja berkaitan dengan hubungan dengan rekan
kerja. Rekan kerja yang memberikan dukungan terhadap rekannya yang lain, serta
suasana kerja yang nyaman dapat meningkatkan kepuasan kerja pegawai.
Misalnya rekan kerja yang menyenangkan atau hubungan dengan rekan kerja
yang rukun.
8). Pekerjaan itu Sendiri
Aspek yang mengukur kepuasan kerja terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
pekerjaan itu sendiri, seperti kesempatan untuk berekreasi dan variasi dari tugas,
kesempatan untuk menyibukkan diri, peningkatan pengetahuan, tanggung jawab,
otonomi, pemerkayaan pekerjaan, dan kompleksitas pekerjaan.
9). Komunikasi
Aspek ini mengukur kepuasan yang berhubungan dengan komunikasi yang
berlangsung dalam pekerjaan. Dengan komunikasi yang berlangsung lancar dalam
organisasi, pegawai dapat lebih memahami tugas-tugasnya dan segala sesuatu
yang terjadi di dalam organisasi.
