Persediaan


Persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik
perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu atau
persediaan barang-barang yang masih dalam proses pengerjaan ataupun proses
produksi bahkan persediaan bahan baku yang telah menunggu pemakaiannya
didalam proses produksi (Alexandri, 2009: 135). Menurut Baridwan (2014:149),
persediaan adalah barang dipakai untuk menunjukkan barang-barang yang dimiliki
untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan
dijual. Secara umum, persediaan merupakan sejumlah barang yang disediakan
untuk proses produksi dalam perusahaan serta barang-barang atau produk jadi
untuk memenuhi permintaan konsumen atau pelanggan dan termasuk dalam
golongan aset lancar perusahaan yang memiliki peran penting dalam menghasilkan
laba perusahaan.
Unsur persediaan penting dalam perusahaan karena jumlah persediaan dapat
menentukan kelancaran produksi serta efektifitas dan efisiensi perusahaan. Pada
beberapa perusahaan, ada kebijakan untuk menjaga jumlah persediaan pada jumlah
tertentu. Dalam banyak kasus, jumlah persediaan yang sedikit akan mengurangi
kesempatan untuk mendapatkan optimum penjualan. Jumlah persediaan yang
berlebihan akan menambah biaya, seperti biaya gudang dan asuransi (Santoso,
2014:47). Oleh karena itu manajemen harus mengelola persediaan perusahaan
dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan penjualan perusahaan dapat berjalan
dengan baik.
Berikut adalah jenis-jenis persediaan di dalam perusahaan dagang, perusahaan
industri, dan perusahaan jasa yang dikemukakan oleh La Midjan dan Susanto
(2011:150).
a. Persediaan bahan baku
b. Persediaan barang dalam proses
c. Persediaan hasil jadi
d. Persediaan suku cadang
e. Persediaan bahan bakar
f. Persediaan barang cetakan dan alat tulis
g. Persediaan barang dagangan
Untuk mempertahankan tingkat persediaan, perusahaan dagang harus selalu
menyelenggarakan pencatatan persediaan secara sistematis untuk mengetahui
berapa besarnya barang dagangan yang tersedia untuk dijual dan juga berapa yang
telah laku terjual. Terdapat dua metode akuntansi yang lazim dipakai dalam
mencatat persediaan barang dagangan (Satria, 2016:59) yaitu:
a. Sistem Pencatatan Perpetual
Dalam metode perpetual, baik jumlah penjualan maupun harga pokok
penjualan dan dicatat pada setiap saat barang dijual. Dengan cara ini catatan
akuntansi akan secara terus menerus mengungkapkan besarnya persediaan
yang ada.
b. Sistem Pencatatan Periodik
Dalam metode periodik, adanya transaksi pembelian tidak didebet pada
rekening persediaan tapi didebet pada rekening pembelian begitu juga
dengan transaksi penjualan tidak dikredit pada rekening persediaan tapi
pada rekening penjualan. Informasi mengenai persediaan yang ada pada
suatu saat tertentu, tidak didapat dari rekening persediaan tapi melalui
perhitungan fisik atas persediaan yang ada digudang. Perhitungan fisik biasa
dilakukan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan. Dalam
metode ini perhitungan fisik mempunyai peranan penting, karena tanpa
perhitungan fisik laporan keuangan tidak dapat disusun