Perputaran Persediaan


Menurut Kasmir (2012:180) perputaran persediaan merupakan rasio yang
digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam sediaan
(inventory) ini berputar dalam satu periode. Rasio ini dikenal dengan nama rasio
perputaran sediaan (inventory turn over). Atau dapat diartikan dengan perputaran
sediaan merupakan rasio yang menunjukkan berapa kali jumlah barang sediaan
diganti dalam satu periode. Menurut Putra (2009:139), semakin tinggi tingkat
perputaran persediaan, kemungkinan semakin besar perusahaan akan memperoleh
keuntungan. Begitu pula sebaliknya, jika tingkat perputaran persediaannya rendah
maka kemungkinan semakin kecil perusahaan akan memperoleh keuntungan.
Munawir (Lestari, 2017) menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran
persediaan akan memperkecil risiko terhadap kerugian yang disebabkan karena
penurunan harga atau karena perubahan selera konsumen, disamping itu akan
menghemat ongkos penyimpanan dan pemeliharaan terhadap persediaan tersebut.
Perputaran persediaan menunjukkan berapa kali persediaan diganti (dijual)
dalam waktu satu tahun. Dengan demikian, tingkat perputaran persediaan yang
tinggi mengindikasikan bahwa tingkat penjualan yang tinggi pada perusahaan.
Dengan tingkat perputaran persediaan yang tinggi berarti risiko kerugian dan biaya
terhadap persediaan dapat diminimalkan. Rasio perputaran persediaan dapat
dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
?????????? ?????????? = ????? ????? ?????????
?????????? ???? − ????
Nilai rata-rata persediaan dihitung dari nilai saldo awal persediaan (saldo tahun
sebelumnya) ditambah dengan saldo akhir persediaan (saldo tahun saat ini) lalu
dibagi dua (Santoso, 2018:18). Variabel ini diukur dengan menggunakan satuan
“kali” dalam satu tahun. Berikut rumusnya:
???? − ???? ?????????? = ????????? ???? + ?????????? ??ℎ??
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rasio perputaran persediaan dapat
mengukur efisiensi perusahaan dalam mengelola dan menjual persediaan serta
mengukur likuiditas persediaan perusahaan. Semakin tinggi tingkat perpuataran
persediaan maka semakin tinggi kesempatan perusahaan untuk memperoleh laba