Pengertian Turnover intention


Turnover intention adalah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan keinginan atau niat seorang karyawan untuk
meninggalkan pekerjaannya saat ini dan mencari pekerjaan di tempat
lain. Turnover intention sering diukur dalam penelitian manajemen
sumber daya manusia karena dapat menjadi indikator penting dari
perilaku karyawan yang sebenarnya, yaitu pengunduran diri atau
berpindah pekerjaan. Turnover intention yang tinggi mengindikasikan
bahwa karyawan tidak betah bekerja di perusahaan tersebut. Jika
dilihat dari segi ekonomi tentu perusahaan akan mengeluarkan cost
yang cukup besar karena perusahaan sering melakukan recruitment,
pelatihan yang memerlukan biaya yang sangat tinggi. Menurut
Handoyo (2021), turnover intention adalah proses dimana karyawan
meninggalkan organisasi dan harus digantikan. Menurut Rivai (2019)
turnover intention merupakan keinginan karyawan untuk berhenti kerja
dari perusahaan secara sukarela atau pindah dari satu tempat ke tempat
kerja yang lain menurut pilihannya sendiri. Siregar (2021)
mendefinisikan turnover intention adalah kecenderungan atau niat
karyawan untuk berhenti bekerja dari pekerjaanya secara sukarela
menurut pilihannya sendiri. Ronald dan Milkha (2021) mengemukakan
turnover intention (keinginan berpindah kerja) merupakan
kecenderungan atau intensitas individu untuk meninggalkan organisasi
dengan berbagai alasan dan diantaranya untuk mendapatkan pekerjaan
yang lebih baik. Menurut Arnanta & Utama (2021). turnover intention
adalah kadar atau intensitas dari keinginan untuk keluar dari
perusahaan, banyak alasan yang menyebabkan timbulnya turnover