Faktor-faktor Turnover intention


Berbagai faktor turnover intention antara lain adalah tingginya stres
kerja dalam perusahaan, rendahnya kepuasan yang dirasakan
karyawan serta kurangnya komitmen pada diri karyawan untuk
memberikan semua kemampuannya bagi kemajuan perusahaan
Arnanta & Utama (2021). Menurut Husein (2019) keinginan untuk
keluar dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:

  1. Organisasi
    Faktor organisasi yang dapat menyebabkan keinginan
    karyawan untuk keluar antara lain berupa upah atau gaji,
    lingkungan kerja, beban kerja, stres kerja, promosi jabatan, dan jam
    kerja yang tidak fleksibel.
    2.Individu
    Faktor individu yang dapat menyebabkan keinginan karyawan
    untuk keluar antara lain berupa pendidikan, umur, kepuasan Kerja
    dan status perkawinan.
    c. Indikasi Terjadinya Turnover intention
    Menurut Husein (2019) turnover intention ditandai oleh berbagai
    hal yang menyangkut perilaku karyawan. Indikasi-indikasi tersebut
    meliputi:
  2. Tingginya Tingkat Absensi
    Karyawan yang memiliki turnover intention biasanya
    cenderung meningkatkan absensinya, hal itu terjadi karena dalam
    fase tersebut tingkat tanggung jawab karyawan sudah sangat
    berkurang dibandingkan sebelumnya.
  3. Malas Bekerja
    Karyawan yang memiliki turnover intention akan lebih malas
    bekerja karena orientasi karyawan ini adalah bekerja di tempat lain
    yang dipandang mampu memenuhi keinginan karyawan tersebut.
  4. Peningkatan terhadap Pelanggaran Tata Tertib Kerja
    Berbagai pelanggaran tata tertib dalam lingkungan kerja sering
    dilakukan karyawan yang memiliki turnover intention. Karyawan
    lebih sering meninggalkan tempat kerja ketika jam kerja
    berlangsung, maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya.
  5. Peningkatan Protes terhadap Atasan
    Karyawan yang memiliki turnover intention lebih sering
    melakukan protes terhadap kebijakan-kebijakan perusahaan kepada
    atasan