Pengertian Kepuasan Kerja


Sesuai denga kodratnya, kebutuhan manusia sangat beraneka
ragam, baik jenis maupun tingkatnya, bahkan manusia memiliki
kebutuhan yang cenderung tak terbatas. Artinya, kebutuhan selalu
bertambah dari waktu ke waktu dan manusia selalu berusaha dengan
segala kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Kebutuhan
manusia diartikan sebagai segala sesuatu yang ingin dimilikinya, dicapai
dan dinikmati (Rivai, 2011).
Menurut Davis dan Newstrom (2012) menjelaskan bahwa
kepuasan kerja adalah seperangkat perasaan pegawai tentang
menyenangkan atau tidaknya pekerjaan mereka. Ada perbedaan yang
pentingantara perasaan ini dengan dua unsur lainnya dari sikap pegawai.
Kepuasan adalah perasaan senang atau tidak senang yang relatif,
misalnya pernyataan berikut “ saya senang melakukan tugas yang
beraneka” yang berbeda dari pemikiran obyektif misalnya melalui
pernyataan “pekerjaan saya rumit” dan keinginan perilaku, misalnya
pernyataan “saya sedang merencanakan untuk tidak lagi melakukan
pekerjaan dalam tiga bulan”. Ketiga bagian sikap itu membantu para
manajer memahami reaksi pegawai terhadap pekerjaan mereka dan
memikirkan dampaknya pada perilaku masa mendatang.
Menurut Windryanto (2011), kepuasan kerja atau job satisfaction
pada dasarnya merupakan keadaan emosional yang menyenangkan atau
tidak menyenangkan, dan para karyawan memandang pekerjaan
mereka.Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap
pekerjaannya dan ini nampak pada perilaku dan sikap pegawai dalam
kehidupan sehari-hari, biasanya ditunjukkan dalam hal tanggapan yang
positif dalam bekerja.
Perlu disadari bahwa kepuasan kerja merupakan faktor yang
mendorong pegawai/karyawan lebih giat bekerja dan sekaligus sebagai
motivasi dalam bekerja. Kepuasan kerja dalam pekerjaan adalah
kepuasan kerja yang dinikmati dalam pekerjaan dengan memperoleh
pujian hasil kerja, penempatan, perlakuan, peralatan, dan suasana
lingkungan kerja yang baik. Karyawan yang lebih suka menikmati
kepuasan kerja dalam pekerjaan akan lebih mengutamakan pekerjaan
daripada balas jasa walaupun balas jasa itu penting (Hasibuan, 2007).
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Kepuasan kerja
merupakan bentuk perasaan seseorang terhadap pekerjaannya, situasi
kerja dan hubungan dengan tim, atasan dan rekan kerja. Dengan
demikian kepuasan kerja merupakan sesuatu yang penting untuk dimiliki
oleh seorang karyawan, dimana mereka dapat berinteraksi dengan
lingkungan kerjanya sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik
dan sesuai dengan tujuan perusahaan