Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja


Kepuasan kerja tidak semata-mata timbul dengan sendirinya. Kepuasan kerja timbul
karena adanya beberapa faktor yang mendorong karyawan merasa puas atas pekerjaannya.
Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mendorong timbulnya kepuasan kerja dalam diri
karyawan menurut (Abdus, 2014)
a. Faktor instrinsik
Merupakan faktor yang berasal dari diri karyawan dan dibawa oleh setiap karyawan
sejak mulai bekerja di mana dia bekerja.
b. Faktor ekstrinsik
Menyangkut hal-hal yang berada dari luar karyawan, antara lain kondisi fisik lingkungan
kerja, sistem penggajian dan interaksinya dengan karyawan lain.
Sementara itu Robbins memiliki pendapat lain mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi kepuasan kerja. Berikut ini merupakan mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi kepuasan kerja menurut Robbins (2016):
a. Pekerjaan yang Menantang
Menurut Robbins (2016:36), Pekerjaan yang menantang adalah pekerjaan yang
memberikan kesempatan untuk menggunakan kemampuan, ketrampilan dan
menawarkan satu varietas tugas, umpan balik dan kebebasan tentang seberapa baiknya
melakukan pekerjaan yang secara praktek sangat menantang.
b. Ganjaran yang Pantas
Imbalan yang pantas, dan atau imbalan yang layak adalah merupakan keinginan
karyawan akan kebijakan promosi dan sistem upah yang mereka pandangan sebagai adil
dan segaris dengan pengharapan mereka. Bila upah dilihat sebagai adil yang didasarkan
pada tuntutan pekerjaan, tingkat ketrampilan individu, dan standar pengupahan
komunitas, kemungkinan besar akan dihasilkan kepuasan. Serupa pula karyawan
berusaha mendapatkan praktik promosi yang adil, karenaa promosi memberikan
kesempatan untuk pertumbuhan pribadi, status sosial dan tanggung jawab yang
ditingkatkan. Oleh karenaa itu individu-individu yang berpandangan bahwa
keberagaman promosi dibuat dalam cara yang adil (Robbins, 2015:35).
c. Kondisi Kerja yang Mensupport
Menurut Robbins (2002:36), Kondisi kerja ini disampaikan bahwa para karyawan
memperhatikan lingkungan kerja mereka yang memperhatikan kenyamanan pribadi
maupun kemudahan untuk dapat bekerja dengan baik. pembelajaran menunjukkan
bahwa karyawan sangat peduli pada lingkungan fisik yang tidak berbahaya atau yang
nyaman. Selain itu kebanyakan karyawan lebih suka bekerja tidak jauh dari rumah,
dalam fasilitas yang bersih dan relatif modern, dan dengan alat dan perlengkapan yang
memadai. Kondisi kerja ini adalah berdasarkan lingkungan fisik dan non-fisik, yang
merupakan faktor penting dalam memberikan kepuasan kerja karyawan. Kondisi
lingkungan fisik: dingin, berdebu, panas, bising, dan lain-lain. Termasuk di sini adalah
kondisi tempat, penyinaran, ventilasi, kantin, dan tempat parkir.Sedangkan lingkungan
non-fisik diantaranya adalah lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
d. Rekan Kerja yang Mendukung
Menurut Robbins (2016:36): “Dari kerja orang mendapatkan hasil lebih dari sekadar
uang atau prestasi yang berwujud. Bagi kebanyakan karyawan, kerja juga mengisi
kebutuhan akan interaksi sosial”. Oleh karenaa itu tidak heran setiap orang memiliki
rekan kerja yang supportif dan bersahabat dapat meningkatkan kepuasan kerja. Perilaku
dari pimpinan juga merupakan faktor utama pada kepuasan kerja. Studi-studi umumnya
memberikan manfaat bahwa kepuasan karyawan ditingkatkan bila penyedia langsung
akan dapat memahami dan secara bersahabat, memberikan pujian atas kinerja hasil kerja
yang baik, mendengarkan keluh kesah karyawan dan menunjukkan minat pribadi
terhadap mereka. Kepuasan kerja karyawan akan dapat tercapai bilamana pimpinan
langsung dapat memahami, bersahabat dan memberikan pujian atas kinerja karyawan
yang baik, mendengarkan pendapat karyawan, dan menunjukkan minat pribadi terhadap
mereka. Rekan sekerja yang mendukung mengandung arti bahwa seseorang
mendapatkan lebih dari pada sekedar prestasi dan uang yang berwujud dari dalam kerja,
tetapi kerja juga mengisi kebutuhan akan interaksi sosial, sehingga berharap penting
bagi mereka untuk memiliki rekan kerja yang sama smaa mendukung dan dapat bekerja
dengan baik. Dalam hal ini Luthans (2014:152) menambahkan bahwa selain pengaruh
teman sekerja, juga pengaruh atasan pada kepuasan kerja, seperti perhatian pimpinan
akan tingkat kesejahteraan pegawai/karyawan, bimbingan dan bantuan untuk melakukan
pekerjaan, komunikatif, serta mau melibatkan diri dalam pekerjaan akan menimbulkan
kepuasan kerja