Munculnya sikap inovatif pada perilaku karyawan didukung beberapa
penunjang. Nijenhuis (2015) mengemukakan faktor eksternal maupun faktor
internal diperkirakan mampu meingkatkan timbulnya perilaku kerja inovatif
pada seorang pekerja.
a. Faktor eksternal
1) Tekanan berkompetitif
Tekanan untuk bersaing atau berkompetisi yang semakin tinggi dapat
menjadi faktor pendorong bagi pekerja untuk bekerja dengan lebih baik, hal
tersebut berimbas secara positif dalam memunculkan sikap inovatif pada
perilaku pekerja.
2) Tekanan sosial – politik
Suatu usaha yang disokong oleh pemerintah diharuskan untuk
menyajikan hasil kerja yang memuaskan secara terus menerus jika igin terus
mendapatkan sokongan tersebut, sehingga seluruh lapisan dalam suatu usaha
harus terus melakukan inovasidalam upaya memberi hasil yang baik pada
pekerjaannya.
b. Faktor Internal
1) Hubungan dengan atasan
Pekerja yang dapat menjalin hubungan baik dengan atasannya lebih
mampu meyakinkan bahwa sikap inovatif yang mereka miliki dapat
menghasilkan keuntungan kinerja, hal tersebut dikarenakan adanya
kepercayaan dan rasa hormat yang lebih.
2) Hubungan dengan rekan kerja
Pekerja yang dapat menjalin hubungan baik dengan rekan kerja akan
membantu mereka dalam menerapkan gagasan baru yang mereka miliki. Hal
tersebut dapat menambah idea generation pada organisasi.
Berdasarkan penelitan Hammon et al. (2011), 4 faktor utama yang
mempengaruhi perilaku kerja inovatif adalah sebagai berikut:
a. Individual Differences
Seorang individu tentu saja mempunyai kondisi yang tidak sama satu sama
lain dari sisi keingintahuan, kecerdasan, imajinasi, hingga kepekaan terhadap
sebuah seni.
b. Motivation
Motivasi mengacu pada keterlibatan pekerja dalam mengerjakan suatu tugas
disebut sebagai motivasi intrinsik, sedangkan motivasi yang mengacu adanya
rewards disebut sebagai motivasi ektrinsik.
c. Job Characteristic
Karakteristik pekerjaan dalam hal ini yang lebih sering dikenal, antara lain
role requirements, job autonomy, job complexity, dan time pressure,. Adapun
dalam kaitannya sebuah pekerjaan yang lebih kompleks, maka akan banyak
inovasi yang dilakukan oleh individu dengan fokus terhadap aspek pekerjaan
mereka secara bersamaan.
d. Job Contextual
Secara umum, ada faktor kontekstual yang dapat memengaruhi kinerja
inovatif. Dalam hal ini, pengaruhnya tentu saja berdampak pada motivasi
intrinsik pekerja dalam melaksanakan tugasnya. Faktor konstektual dapat
berhubungan dengan dukungan sumber daya organisasi, kreativitas, dan
kepemimpinan transformasiona
