Janssen (2000) menyatakan dalam hal ini sebuah dimensi tentang perilaku
kerja inovatif yang diukur dengan indikator antara lain:
a. Penciptaan sebuah ide baru dalam rangka penyelesaian masalah
b. Pencarian metode kerja, baik itu teknik, maupun instrumen baru.
c. Penghasiilan sebuah solusi dalam penyelesaian masalah.
d. Pemobilisasian dalam sebuah dukungan ke dalam ide inovasi.
e. Sebuah upaya dalam menyetujui gagasan inovatif.
f. Pembuatan anggota organisasi antusias yang sejalan dengan gagasan yang
inovatif.
g. Pengubahan sebuah ide inovatif untuk menjadi aplikasi yang memiliki
kegunaan tertentu.
h. Penjabaran ide inovatif dalam sebuah lingkungan secara sistematis.
Sedangkan Jong & Hartog (2010) menjabarkan generalisasi ide yang
merupakan dimensi perilaku kerja inovatif dapat dilihat juga dalam penjelasan
di bawah ini, seperti:
a. Pembuatan gagasan baru dalam sebuah isu yang rumit.
b. Pencarian sebuah cara, baik itu secara teknis atau instrumen baru.
Kemudian ide promosi yang juga merrupakan dimensi perilaku kerja
inovatif dijelaskan dalam beberapa hal, seperti:
a. Pembuatan anggota organisasi paling antusias untuk ide inovatif.
b. Melakukan generalisasi terhadap sebuah solusi murni agar masalah bisa
teratasi.
c. Pemobilisasian sebuah dukungan terhadap ide yang inovatif.
d. Kejelasan sebuah persetujuan untuk pengembangan ide yang inovatif.
Selanjutnya, penerapan ide yang merupakan dimensi perilaku kerja inovatif
dapat dilihat serta diukur dalam penjelasan di bawah ini:
a. Melakukan transfer baik itu ide inovatif ke dalam penerapan yang berguna.
b. Pengenalan sebuah ide inovatif ke lingkungan kerja secara sistematis.
c. Pengevaluasian sebuah kegunaan ide inovatif itu sendir
