Dimensi self efficacy menurut Bandura dalam Ismail (2016:39)
memiliki tiga dimensi yaitu,
1) Tingkat (level).
Yaitu persepsi diri individu tentang kemampuannya untuk
memperoleh tingkah laku atau perilaku yang akan diukur
dengan tingkat tugas yang menunjukkan variasi kesulitan
tugas. Maka dengan tingkatan kesulitan yang dimiliki akan
mampu mengindikasi dimensi kecerdikan, tenaga, serta akurasi
yang dibutuhkan untuk menyebutkan beberapa dimensi
perilaku kerja. Jika individu karyawan yang memiliki self
efficacy yang tinggi akan mampu bahwa dirinya yakin dapat
menyelesaikan tugas yang sulit sedangkan jika individu
memiliki self efficacy yang rendah memiliki keyakinan bahwa
dirinya hanya mampu menyelesaikan tugas yang mudah saja.
2) Keluasan (generality).
Yaitu individu menilai keyakinannya berfungsi di berbagai
kegiatan tertentu. Dimensi ini berkaitan dengan bagaimana
penguasaan individu dengan bidang atau tugas pekerjaan.
Maka jika individu dengan self efficacy yang tinggi mampu
menguasai beberapa bidang sekaligus untuk dapat
menyelesaikan suatu tugas. Sedangan jika individu dengan self
efficacy yang rendah hanya menguasai sedikit bidang yang
diperlukan dalam menyelesaikan tugas karena rendahnya
penguasaan individu terhadap beberapa bidang pekerjaan.
3) Kekuatan (strenght).
Yaitu pada dimensi ini lebih menekankan pada tingkatan
kekuatan atau kemantapan individu terhadap keyakinannya.
Maka Self efficacy menjadi dasar dalam melakukan usaha yang
keras, bahkan jika menemukan hambatan-hambatan dalam
pekerjaan. Jika individu karyawan yang memiliki tingkat
kekuatan yang tinggi dengan memiliki keyakinan diri kuat
akan kompetisi maka karyawan tidak akan mudah untuk
menyerah, putus asa atau frustasi dalam menghadapi hambatan
serta memiliki kecenderungan untuk menadaptkan
keberhasilan yang lebih besar dibandingkan dengan individu
yang memiliki kekuatan yang rendah
