Keuntungan Supply Chain Management (SCM)


Berdasarkan pendapat Indrajit dan Djokopurwanto (2002), menyatakan bahwa
ada beberapa keuntungan Supply Chain Management (SCM), antara lain :

  1. Mengurangi inventory dengan berbagai cara
    Inventory merupakan bagian paling besar dari asal perusahaan yang berkisar
    antara 30% – 40%. Sedangkan biaya penyimpanan barang (inventory carrying cost)
    berkisar 20% – 40% dari nilai barang yang disimpan. Oleh karena itu, usaha dan cara
    harus dikembangkan untuk menekan penimbunan barang dalam gudang agar biaya
    dapat ditekan menjadi sedikit mungkin.
  2. Menjamin kelancaran penyediaan barang
    Kelancaran barang yang perlu dijamin adalah mulai dari barang asli (pabrik
    pembuat), supplier, perusahaan sendiri, wholesaler, retailer, sampai kepada final
    customer. Jadi, rangkaian perjalanan dari bahan baku sampai menjadi barang jadi dan
    diterima oleh pemakai atau pelanggan merupakan suatu mata rantai yang panjang
    yang perlu dikelola dengan baik.
  3. Menjamin mutu
    Mutu barang jadi (finished product) ditentukan tidak hanya proses produksi
    barang tersebut, tetapi juga oleh mutu dan bahan mentahnya dan mutu keamanan
    dalam pengirimannya. Jaminan mutu juga merupakan serangkaian mata rantai
    panjang yang harus dikelola dengan baik