(Luthans, 2011) mengungkapkan bahwa terdapat 5 indikator
kepuasan kerja, diantaranya :
- Pekerjaan itu sendiri
Kepuasan kerja itu sendiri merupakan sumber utama kepuasan,
dimana pekerjaan tersebut memberikan tugas yang menarik,
kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk menerima tanggung jawab
dan kemajuan untuk karyawan. - Gaji
Gaji sebagai faktor multidimensi dalam kepuasan kerja merupakan
sejumlah upah/uang yang diterima dan tingkat dimana hal ini bisa
dipandang sebagai hal yang dianggap pantas dibandingkan dengan
orang lain dalam organisasi. - Rekan kerja
Pada umumnya, rekan kerja yang kooperatif merupakan sumber
kepuasan kerja yang paling sederhana pada karyawan secara individu. - Promosi
Kesempatan untuk maju dalam organisasi.Ini juga dapat
mempengaruhi tingkat kepuasan seseorang.Lingkungan kerja yang
positif dan kesempatan untuk berkembang secara intelektual dan
memperluas keahlian dasar menjadi lebih penting daripada kesempatan
promosi. - Atasan
Dalam hal ini kemampuan bergantung pada atasannya untuk
memberikan bantuan teknis dan dukungan perilaku. Ada dua dimensi
gaya pengawasan yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja. Pertama
berpusat pada karyawan, yang dapat diukur menggunakan ketertarikan
personal dan peduli pada karyawan, seperti memberikan nasehat dan
bantuan kepada karyawan, komunikasi yang baik dan meneliti seberapa
baik kerja karyawan. Kedua yaitu dengan iklim partisipasi atau
pengaruh dalam pengambilan keputusan yang dapat mempengaruhi
pekerjaan karyawan.Secara umum, kedua dimensi tersebut sangat
berpengaruh pada kepuasan kerja karyawan.
