Pengertian Struktur Modal


Menurut Farah Margaretha (2011:112) Struktur Modal menggambarkan
pembiayaan permanen perusahaan yang terdiri dari utang jangka panjang dan modal
sendiri. Struktur modal merupakan cermin dari kebijaksanaan perusahaan dalam
menentukan jenis sekuritas yang dikeluarkan, karena masalah struktur modal adalah erat
hubungannya dengan masalah kapitalisasi, dimana disusun dari jenis – jenis funds yang
membentuk kapitalis.
Kebijakan struktur modal merupakan trade off antara Risk dan Return apabila utang
meningkat, maka risk meningkat sehingga return pun meningkat. Jika hutang
sesungguhnya (realisasi) berada dibawah target, pinjaman perlu ditambah, dan jika rasio
hutang melampaui target, maka saham dijual.
Pendanaan yang efisien akan terjadi bila perusahaan mempunyai struktur modal
yang optimal. Struktur modal yang optimal dapat diartikan sebagai struktur modal yang
dapat meminimalkan biaya pendanaan modal keseluruhan atau biaya modal rata – rata
sehingga memaksimalkan nilai perusahaan.
Struktur Modal dihitung dengan rasio Debt to Equity Ratio rasio ini berfungsi untuk
mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. Rumus untuk
mencari debt to equity ratio dapat digunakan perbandingan antara total utang dengan total
ekuitas sebagai berikut :
Bagi Bank (Kreditor), semakin besar rasio ini, akan semakin tidak menguntungkan
karena akan semakin besar risiko yang ditanggung atas kegagalan yang mungkin terjadi
di perusahaan. Namun, bagi perusahaan justru semakin besar rasio akan semakin baik.
Sebaliknya dengan rasio yang rendah, semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan
pemilik dan semakin besar batas pengamanan bagi peminjam jika terjadi kerugian atau
penyusutan terhadap nilai aktiva. Rasio ini juga memberikan petunjuk umum tentang
kelayakan dan risiko keuangan perusahaan.
Debt to equity ratio untuk setiap perusahaan tentu berbeda – beda, tergantung
karakteristik bisnis dan keberagaman atau kasnya. Perusahaan dengan arus kas yang stabil
biasanya memiliki rasio yang lebih tinggi dari rasio kas yang kurang stabil.